Sel. Okt 15th, 2019

Gigi Sensitif: Nyeri pada Generasi Milenial yang Tersembunyi

GSK Consumer Healthcare mengadakan acara edukasi konsumen dan sejumlah aktivitas booth menarik sebagai bagian dari misi perusahaan untuk membantu millennials Indonesia menikmati gaya hidup cepatnya dari dilemma gigi ngilu. Komitmen ini ditempuh berdasarkan fakta bahwa populasi millennials antara 18 sampai 35 tahun mendominasi piramida populasi penduduk1 .

Berlokasi di Main Atrium Senayan City, acara juga menghadirkan SENSODYNE® Rapid Relief yang telah terbukti secara klinis memberikan solusi cepat dan tahan lama bagi gigi ngilu sejak pemakaian pertama dengan dua kali sehari pemakaian.

Millennials, berdasarkan nalurinya, tidak memiliki toleransi terhadap keterlambatan. Mereka secara cepat mencari sumber – sumber informasi yang nyaman dan selalu merespon setiap input komunikasi secara cepat serta berekspektasi mendapatkan hal yang sama dari pihak lain. Itulah mengapa millennials selalu membutuhkan solusi yang cepat, nyaman, dan tahan lama dalam waktu bersamaan2 .

Terkait dengan gaya hidup millennials, Febby Rastanty yang juga publik figur bercerita, “Aktivitas milenial yang serba cepat dan multitasking dalam bekerja dan bersosialisasi dengan teman menjadikan kami sangat sering mengabaikan perawatan gigi secara utuh. Apalagi untuk mengatasi gigi ngilu yang terjadi sangat cepat dan selalu mengganggu kegiatan bersosialisasi bersama teman untuk menikmati makanan dan minuman kesukaan.” Menurutnya lebih lanjut, karena gigi ngilu terjadi begitu cepat dan mengganggu, dibutuhkan sebuah solusi harian yang cepat namun memberikan dampak yang tahan lama.

Callista Argentina Wulansari, SKG, Drg, CHt selaku dokter gigi menambahkan, “Gigi ngilu merupakan gangguan klinis yang umum terjadi, yaitu rasa nyeri yang menusuk dentin gigi yang terbuka karena terkena rangsangan suhu panas dan dingin, atau kandungan kimiawi asam dan manis pada makanan dan minuman. Penelitian terbaru menyebutkan 2 dari 5 pada usia 18 sampai 35 mengalami gigi ngilu saat pemeriksaan gigi dan bahkan lebih dari 50% di antaranya belum pernah memeriksakan permasalahan gigi sensitif mereka kepada dokter gigi3 .” Hal tersebut kian menarik perhatian kalangan pegiat kesehatan gigi.

BACA JUGA  RS Brawijaya Buka Cabang Di Perbatasan Tangsel

Dia menambahkan terdapat empat tips yang dapat dilakukan millennials dalam mengatasi gigi sensitif, yaitu: (1) Mengidentifikasi penyebab sensitif, (2) Mengurangi kebiasaan yang memicu gigi sensitif, (3) Menyikat gigi secara benar, dan (4) Memilih produk pasta gigi yang tepat dan rutin memakainya. Memahami fenomena tersebut, Pawan Sud selaku President Director at GSK Indonesia menjelaskan, “Secara global, kaum milenial Indonesia merupakan generasi yang sangat optimistis terhadap masa depannya. Sebagai generasi pemimpin masa depan, mereka haruslah secara sadar dan aktif memperhatikan kesehatan gigi dan merawat gigi sensitifnya sebagai bagian dari kesehatan paripurna. Kami berkomitmen untuk menyediakan produk perawatan kesehatan gigi dan mulut serta terus mengadakan edukasi konsumen guna mewujudkan kesehatan gigi dan mulut yang optimal. Salah satunya dengan mengadakan kegiatan edukasi konsumen pada hari ini.” GSK Consumer Healthcare meyakini upaya edukasi yang berkelanjutan sangat penting dalam membantu millennials mengatasi permasalahan ini agar menikmati gaya hidupnya yang secara cepat.

Lebih lanjut, Pawan menyebutkan “Produk kami telah teruji secara klinis memberikan manfaat kepada 46% pasien yang mengalami pengurangan rasa ngilu pada gigi pada suhu panas saat pengolesan pasta gigi langsung dan berhasil mengurangi gigi ngilu pada 85% pasien.” Millennials dapat mencegah gigi ngilu datang kembali dengan menyikat gigi secara rutin dua kali sehari dengan pasta gigi SENSODYNE® Rapid Relief. “Kami akan terus membantu generasi muda mengatasi gigi sensitif sehingga mereka dapat menikmati gaya hidupnya yang cepat, menggapai mimpi-mimpi mereka, dan membantu generasi muda berbuat lebih banyak, merasa lebih baik, dan hidup lebih lama.”

(BON)

 

Baca Juga