Sel. Jun 25th, 2019

Foto : Seminar International 15th Economix Global Economic Challenges FEB UI

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Kanopi (Kajian Ekonomi dan Pembangunan Indonesia) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEBUI) menggelar sebuah seminar internasional untuk berbagi, berdiskusi dan menemukan solusi berbagai isu ekonomi global terkini. Seminar yang bertajuk “The Resurgence of Neo-Protectionism: A changing world” ini merupakan bagian dari 15th Economix Global Economic Challenges, yang tahun ini memasuki tahun ke-15 pelaksanaannya.

Berlangsung pada hari Senin, 13 November 2017 di Auditorium Soeria Atmadja, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Depok, seminar ini dibagi menjadi 3 sesi: Sesi Keynote Speaker berisi pemaparan mengenai gambaran umum neo-proteksionisme, bagaimana hal itu akan mempengaruhi dinamika perdagangan global dan menguraikan kemungkinan dampak buruk dari neo-proteksionisme terhadap lingkungan global, Sesi Seminar 1 berisi penjelasan bagaimana neo-proteksionisme dapat mempengaruhi kawasan Asia Tenggara, peluang ekonomi dan hubungan dagang dengan regional lain, serta rekomendasi kebijakan untuk negara-negara Asia Tenggara dalam menghadapi era neo-proteksionisme, dan Sesi Seminar 2 berisi uraian mengenai dampak neo-proteksionisme terhadap industri manufaktur dan jasa.

Simak suasana selama berlangsungnya rangkaian acara seminar ini.

Penampilan Tari Saman sebagai pembuka Seminar The 15th Economix dari Sekolah Al-Azhar BSD.
Pembicara pertama dari Sesi Keynote: Suahasil Nazara, S.E., M.Sc., PhD. selaku Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Pembicara kedua dari Sesi Keynote: Dr. Chatib Basri, S.E., M.Ec. selaku Menteri Keuangan Republik Indonesia Periode 2013-2014.
Suasana Auditorium R. Soeria Atmadja, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia dipenuhi oleh peserta seminar.
Sesi tanya jawab pada sesi pertama seminar. Sesi pertama seminar mengangkat subtema Regional Perspective on the Challenges and Opportunities of Neo-Protectionism. Sesi pertama seminar ini diisi oleh Javier Lopez Gonzalez, Ph.D. selaku Trade Policy Analyst dari OECD dan Prof. Makarim Wibisono selaku Duta Besar RI untuk PBB periode 2004-2007 dan birokrat ASEAN.
Peserta seminar dari Filipina sedang bertanya pada sesi tanya jawab. Peserta dan pembicara The 15th Economix datang dari berbagai negara, antara lain Filipina, Gambia, Inggris, dan Prancis.
Peserta seminar dari Indonesia sedang bertanya pada sesi tanya jawab. Seminar The 15th Economix tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa, tetapi juga praktisi dan akademisi dari luar Universitas Indonesia.
Sesi kedua dari seminar tengah diisi oleh Ben Shepherd, Ph.D. dari Developing Trade Consultants, New York dan Stephanus Paulus Lumintang selaku Presiden Direktur dari Jakarta Future Exchange. Dimoderatori oleh Hera F. Haryn, news anchor CNN Indonesia, sesi kedua ini mengangkat subtema Industrial Behavior in Response to the Threat of Neo-Protectionism.
Peserta seminar dari Filipina sedang bertanya pada sesi tanya jawab. Peserta dan pembicara The 15th Economix datang dari berbagai negara, antara lain Filipina, Gambia, Inggris, dan Prancis.
Para pembicara dan moderator berfoto bersama panitia The 15th Economix. Panitia The 15th Economix merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia angkatan 2015-2017.
BACA JUGA  PT. Tozy Sentosa, Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim Piatu & Dhuafa
 

Baca Juga