Jum. Mei 24th, 2019

Foto : Mengenal School Science Center (SSC) Sekolah Pembangunan Jaya

Indonesia masih harus mengejar ketertinggalan dari negara lain dalam soal inovasi teknologi. Meskipun memiliki keunggulan sebagai negara berkembang dengan jumlah penduduk besar dan tingkat pertumbuhan ekonomi tinggi dibanding negara maju, kurangnya penerapan teknologi masih menempatkan Indonesia di bawah negara berkembang lainnya dari segi indeks kompetitif. Sebagai garda terdepan dalam pengembangan sumber daya manusia, pendidikan adalah pintu masuk untuk mengembangkan penguasaan teknologi dan inovasinya.

Sebagai bentuk tanggung jawab sosialnya dalam memajukan sains dan teknologi melalui pendidikan, Sekolah Pembangunan Jaya (SPJ, sebuah sekolah swasta unggulan nasional yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Jaya yang terdiri dari tingkat KB/TK, SD, SMP dan SMA mengembangkan science center bagi para siswanya yang dinamakan School Science Center Pembangunan Jaya (SSC-PJ).

Dibuka pada tanggal 1 Juli 2015, dalam perkembangannya SSC-PJ dikembangkan dalam trisemester khusus dengan beragam fasilitas, yang meliputi galeri matematika, galeri biologi, galeri fisika, galeri sosial sains, galeri kimia dan ruang khusus incubator bisnis (entrepreneurship).

Metode pembelajaran yang dikembangkan di SSC SPJ ini tidak hanya belajar secara pasif, namun siswa juga dituntut untuk mampu belajar secara aktif melalui tahapan-tahapan belajar teori, mengamati, mencoba, memahami, menganalisa, mengembangkan ide sampai menghasilkan karya.

Berikut adalah salah satu kegiatan yang dilakukan SSC-PJ.

Pengamatan fenomena Super Blue Blood Moon yang terjadi pada malam tanggal 31 Januari 2018 yang lalu menjadi salah satu agenda kegiatan SSC-PJ. Pada kegiatan yang berlangsung di SMA Plus Pembangunan Jaya, Perigi, Bintaro Sektor 9 ini diikuti oleh sekitar 160 orang siswa/i Sekolah Pembangunan Jaya, dari mulai TK sampai dengan SMA.
Untuk memberikan pemahaman mengenai fenomena alam ini, SSC-PJ menggandeng Gamma Astronomy Club (GAC) yang merupakan Komunitas Pecinta Astronomi dari UIN Ciputat untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan Super Blue Blood Moon. Para siswa/i Sekolah Pembangunan Jaya tampak tekun menyimak penjelasan salah satu anggota GAC.
Teori tanpa praktek menjadi tidak ada artinya. Setelah mendapat penjelasan mengenai Super Blue Blood Moon, para siswa bergantian melakukan pengamatan dengan teropong-teropong bintang yang dimiliki SSC-PJ. Kegiatan ini berlangsung di roof top SMA Plus Pembangunan Jaya.
Tidak mau ketinggalan dengan siswa/i-nya, Ibu Indira Sumito, Principal Executive Sekolah Pembangunan Jaya turut mencoba mengamati gerhana bulan yang sedang berlangsung.
Proses Super Blue Blood Moon yang sedang berlangsung. Pada kegiatan kali ini para siswa diajak untuk mengikuti proses sains dari mulai belajar teori, mengamati, mencoba dan memahami. Dengan kegiatan ini para siswa akan memahami secara nyata suatu fenomena sains yang akan memperkuat berbagai pengetahuan yang sudah mereka miliki.
BACA JUGA  Memupuk Animo Astronomi pada Gerhana Bulan Total

 

 

Baca Juga