Rab. Nov 20th, 2019

Foto : Aneka Masakan Nusantara di Food Bazaar Unika Atma Jaya, BSD Serpong

Acara Hospitality Food Market ini dilaksanakan pada tanggal 31 Oktober dan 1 November 2017 di Kampus III UNIKA Atma Jaya BSD. Menurut Astuti Kusumawicitra Laturiuw, M. Hum, Phd, dosen pengajar Unika Atma Jaya, acara ini diselenggarakan sebagai tugas akhir dari mata kuliah Event Management di Unika Atma Jaya. Softskill yang diharapkan dari para mahasiswa adalah leadership, kemandirian dan ketenangan dalam menghadapi masalah pada saat pelaksanaan event.
Sebuah gapura kecil menandai lokasi berlangsungnya food bazaar. Satu persatu mahasiswa terlihat mulai menyambangi booth-booth makanan dan minuman di bazaar ini.
Pengunjung dari Hospitality Food Market ini adalah seluruh warga UNIKA Atma Jaya, serta para penjual makanan di Hospitality Food Market yang merupakan mahasisawa Program Studi Hospitality and Tourism Management dan pihak vendor dari luar kampus.
Makanan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia untuk bertahan hidup. Makanan kini juga dianggap menjadi sebuah bagian dari identitas budaya sebuah bangsa atau negara.  Karena itu, tidak heran jika terlihat bangsa-bangsa atau negara-negara berlomba-lomba memperkenalkan makanannya ke penjuru dunia, dengan berbagai acara agar identitas kebudayaannya semakin dikenal masyarakat dunia. Ada yang memasak dan menjual makanan tersebut, ada yang menyajikan makanan lokal itu kepada orang-orang asing, ada yang mempublikasikan makanan dan cara pembuatannya melalui internet, dan masih banyak cara-cara lainnya. Menurut Olivia Hidayat, Ketua Panitia, food bazaar ini memang bertujuan untuk memperkenalkan aneka makanan nusantara kepada seluruh civitas akademikia Unika Atma Jaya.
Indonesia memiliki makanan-makanan yang bercirikan identitas budayanya.  Tampak salah satu stand menjual pisang goreng keju. Jangan sampai kuliner nusantara kita diakui negara lain ya.
Pernah mencoba es duren cendol?  Es cendol di bazaar ini sangat enak. Tujuan food bazaar ini mendukung perekonomian lokal karena para penjual di sana kebanyakan usaha UKM.
Es serut benteng merupakan salah satu kuliner yang mengisi food bazaar.  Stand ini diminati pengunjung di tengah cuaca yang luar biasa terik hari-hari ini. Harganya pun cukup murah Rp.10.000,- pas untuk kantong mahasiswa.
Stand yang diisi oleh FruitJump ini juga dipenuhi  oleh mahasiswa yang memesannya setelah menikmati menu makan siang. Tersedia menu pudding susu dan puding buah.
Pempek Anglo menjadi salah satu tenant dari 13 stand yang tersedia pada bazaar. Untuk event kali ini, satu vendor dikenakan biaya Rp. 500.000 selama 2 (dua) hari dan tambahan Rp. 300.000 untuk deposit. Biaya tersebut sudah termasuk stand ukuran 3 x 2 m, fasilitas 1 unit meja, 2 unit kursi, dan listrik sebesar 1.000 watt.

Bagi Anda yang suka berpartisipasi dari bazaar ke bazaar, nantikan pelaksanaannya tahun depan.
Dalam food bazaar ini juga dijual produk nasi uduk, nasi gudeg, tinotuan dan ketoprak yang merupakan hasil kreasi mahasiswa yang mengambil mata kuliah Dasar-dasar Pemasaran yang diasuh Titis Puspitarini, S.Sos, MBA
BACA JUGA  Suka Buah Kiwi? Baik Lho Untuk Kesehatan Anda
 

Baca Juga