Euro Retro Enthusiast, Tempat Berkumpulnya Para Pecinta Mobil Eropa

Mobil-mobil buatan Eropa memang dikenal memiliki kualitas yang tinggi. Walaupun saat ini berbagai mobil asal Jepang, Amerika, Korea dan berbagai negara lainnya mendominasi pasar kendaraan pribadi tidak hanya di Indonesia, melainkan juga di seluruh dunia, namun mobil Eropa tetap mendapat tempat di hati penggemarnya.

Banyak faktor yang membuat mobil-mobil asal Eropa memiliki banyak penggemar, misalnya kenyamanannya, fitur-fitur keamanan yang lumayan komplit, dan tentu saja faktor prestise. Hal ini terlihat dari banyaknya merek-merek mobil asal Eropa yang berseliweran di jalan. Tidak jarang, berawal dari sama-sama fanatiknya dengan mobil Eropa, beberapa orang bisa menjadi layaknya saudara. Hal inilah yang terjadi pada komunitas pecinta mobil Eropa satu ini : Euro Retro Enthusiast.

Berawal dari pertemanan, 6 orang yang sering nongkrong bareng dan memiliki kesamaan hobi: modifikasi mobil, Rangga Sulistya, Indra Goin, Jendy, Deddy, Iqbal dan Edwin, ternyata menyukai merek mobil yang berbeda-beda. Ada yang menyukai Peugeot, Mercedes, BMW, Volvo dan VW. Dari sini lantas timbul ide untuk membentuk komunitas pecinta mobil Eropa, namun sayangnya karena kesibukan masing-masing, niat ini baru terlaksana 3 tahun kemudian. Pada April 2015 berdirilah komunitas Euro Retro Enthusiast.

Komunitas ini kemudian berkembang, karena masing-masing membawa teman-temannya dan saudaranya untuk bergabung. Alhasil, komunitas ini tidak saja ada di Jabodetabek, namun juga ada di Yogya, Surabaya dan Bandung. Pada saat ini setiap ada meetup jumlah peserta berkisar antara 30-70 orang.

Yang cukup unik dari komunitas ini adalah tidak adanya prosedur untuk menjadi anggota. Keanggotaan cuma ditentukan dari syarat memiliki mobil buatan Eropa dengan usia termuda untuk mobilnya adalah produksi tahun 1995. Namun syarat ini tidak kaku, pemilik mobil Eropa yang tahun produksinya lebih muda dari tahun 1995 pun dipersilakan bergabung, asal mobilnya merupakan hasil retro.

Komunikasi antar sesama anggota terjalin melalui grup WA, maupun melalui sosmed Facebook dan Instagram. Siapapun dapat bergabung pada setiap meetup, tidak hanya para anggotanya, melainkan orang yang berada di luar komunitas juga dapat bergabung. Rentang usia para anggotanya juga cukup jauh, dari yang termuda berusia 22 tahun sampai anggota tertua yang usianya lebih dari 60 tahun.

Untuk menjalin hubungan antar sesama anggota yang lebih akrab, setiap bulan sekali pada Minggu pagi, komunitas ini rutin mengadakan kumpul-kumpul alias meetup. Lokasi kumpul-kumpulnya tidak menetap di satu tempat, melainkan berganti-ganti setiap meetup, dari mulai Jakarta Utara, Jakarta Pusat sampai dengan Serpong dan Bintaro. Seperti pada hari Minggu, 9 April 2017 lalu, komunitas ini melakukan kumpul-kumpul di Taman Jajan Bintaro, CBD Bintaro Sektor 7. Sebagian dari para anggotanya bahkan membawa juga keluarga pada meetup ini. Sementara para bapaknya berkumpul, istri dan anak-anaknya berjalan-jalan atau sekedar berkumpul dengan sesama istri para anggota.

Selain meetup setiap bulan, komunitas ini setiap tahunnya mengadakan acara yang bertajuk Euro Addicted. Pada acara ini bermunculanlah para pemilik kendaraan Eropa dari seputaran Jabodetabek, dengan membawa mobil-mobil kesayangannya yang hampir tidak pernah terlihat di jalan. Salah satu peserta Euro Addicted tahun lalu bahkan khusus mengeluarkan mobilnya, Porsche Gembala yang sudah masuk museum, untuk ikut dipajang pada acara ini.

Dari guyubnya komunitas ini menunjukkan kesamaan hobi ternyata dapat menghilangkan sekat-sekat yang ada. Pada komunitas seperti ini, kebersamaan, sesuatu yang sudah jarang terlihat pada zaman sekarang, menemukan tempatnya kembali.

 

(EGA)

Leave a Comment