Rab. Des 11th, 2019

Edukasi Anti Korupsi dan Pelatihan Kreativitas Anak lewat Dongeng

Anak merupakan masa depan bangsa. Penting untuk mendidik anak, tidak hanya untuk belajar dan memperoleh nilai yang baik di sekolah. Sebagai bentuk sumbangan akademisi untuk program pengembangan masyarakat, Program Psikologi, Ilmu Komunikasi dan Desain Komunikasi Visual Universitas Pembangunan Jaya  pada tanggal 5 April lalu mencoba melakukan pelatihan soft skills, yaitu edukasi anti korupsi dan mengasah kreativitas anak lewat dongeng.

Baca juga: http://www.infobintaro.com/belajar-dari-dongeng-atau-cerita-rakyat-indonesia/

Program ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat  yang dilakukan di SDN Sawah Baru, Ciputat. Pelatihan edukasi anti korupsi sendiri merupakan program pengabdian masyarakat yang sudah dilakukan sebelumnya di Sekolah Dasar di kawasan Bintaro.

Pada program ini, anak diperkenalkan pada berbagai macam bentuk korupsi, seperti korupsi waktu, uang, tanggung jawab dan barang. Pelatihan ini dilakukan secara interaktif di dalam kelas dengan menggunakan kartu-kartu bergambar untuk mempermudah pemahaman anak.

Pelatihan ini merupakan program intervensi dan pembentukan watak anak. Anak sejak dini diperkenalkan pada konsekuensi dari perilaku korupsi pada diri sendiri dan orang lain.

Pada kelas yang berbeda yaitu pada siswa kelas 2, anak diperkenalkan pada dongeng lewat media kaleng. Dengan menggunakan kaleng biskuit bekas,  cerita dongeng digambar, sang anak diminta melakukan improvisasi bercerita di depan kelas.

Baca juga: http://www.infobintaro.com/mengedukasi-anak-melalui-dongeng-di-kampung-dongeng-indonesia/

Pelatihan ini dilakukan untuk mengenalkan dongeng nusantara, dan juga mengembangkan kreativitas anak. Dalam hal ini anak tidak hanya belajar di kelas, namun juga mengambil pelajaran yang diambil dari cerita tersebut.

Dari dua kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa untuk membentuk perilaku yang baik pada anak dibutuhkan berbagai cara yang kreatif pula. Bisa dengan kartu bergambar, kaleng bekas, dan sebagainya. Selain  mempergunakan barang di sekitar, kita juga mengembangkan diri anak kita.

BACA JUGA  Tahun Baru Imlek 2018: Makna di Balik Shio Anjing Tanah

Selamat mencoba!

Tim Edukasi Anti Korupsi dan Pelatihan Kreativitas Anak Universitas Pembangunan Jaya. Dari kiri – kanan : Emma Aliuddin, Suci Marini, Naurissa Biasini,  Clara Moningka, Retno Purwanti

(Sumber : Tim Edukasi Anti Korupsi dan Pelatihan Kreativitas Anak UPJ)

 

Baca Juga

You may have missed

Dalam rangka merayakan Hari Belanja Nasional (Harbolnas), Bukalapak meluncurkan kampanye bertajuk Kalap 12.12. Kampanye yang berlangsung 1-15 Desember 2019 ini mengajak masyarakat di seluruh Indonesia untuk kalap berbelanja di Bukalapak karena diskon yang diberikan mencapai total Rp 50 Miliar, ditambah beragam promo, mulai dari diskon langsung, voucher diskon, gratis ongkir, Flash Deal Rp 12, Cashback 99%, hingga kesempatan untuk mendapatkan barang-barang luar biasa seperti Mobil Toko, Ruko, hingga Kos-Kosan seharga Rp 12.000 saja di program Serbu Seru Kalap. “Setiap orang pada dasarnya butuh pelampiasan untuk menyalurkan emosi dan keinginan, termasuk di dalamnya keinginan dan napsu belanja. Oleh karena itu, di momen Harbolnas ini, momen yang sudah menjadi tradisi di dunia belanja online dan selalu ditunggu-tunggu, kami memberikan kesempatan pada seluruh masyarakat Indonesia untuk melampiaskan napsu belanjanya hingga kalap, karena asik menikmati semua promo dan penawaran spesial di Kalap 12.12”, ujar Erick Wicaksono, VP of Marketing Bukalapak. “Untuk menambah semangat agar semakin kalap, Kalap 12.12 juga menghadirkan Serbu Seru Kalap mulai tanggal 10 Desember, di mana para pengguna Bukalapak bisa menyerbu Mobil Toko, Ruko, hingga Kos-Kosan yang tidak hanya luar biasa dan berbeda dari tahun sebelumnya, tapi juga bisa mendorong para penyerbu yang berhasil untuk memulai usaha dan meningkatkan kualitas hidup mereka”, tambah Erick. Informasi lebih lanjut mengenai promo KALAP 12.12 bisa dilihat di bukalapak.com.