Dodol Betawi Rizal “Inti Sari”, Melestarikan Kebudayaan Tradisional Betawi Melalui Kuliner

Dodol memang merupakan salah satu makanan khas Betawi yang banyak dikenal masyarakat. Makanan legit yang disukai banyak orang. Terlebih lagi, sesuai zaman, varian rasa dodol Betawi juga kian berkembang.

Di antara sekian banyak stand yang ada di Festival Bintaro 3, Info Bintaro tertarik untuk melihat lebih lanjut stand Dodol Betawi Inti Rasa (baca juga : Ajang Pelestarian Budaya Betawi Melalui Festival Bintaro 3). Di stand ini dijual aneka varian dodol betawi rasa original, ketan htm, duren, original wijen, ketan htm wijen, ada geplak, wajik dan makanan khas betawi lainnya seperti asinan betawi dan bir pletok. Dua kenjeng dari bahan kuningan besar masing-masing berisi Dodol Gula Merah dan Dodol Ketan Item terus dimasak oleh dua orang di stand bazar. Proses pengadukan satu kenjeng dodol memakan waktu empat jam.

Uniknya, sembari mengaduk, penjual dodol menyiapkan stik es krim agar pengunjung dapat mencolek dodol yang masih hangat dan merasakan sendiri rasa dodol tersebut. “Ayo, ayo dicoba. Habis coba, dibeli,” demikian promo penjual kepada pengunjung. Dodol Betawi Rizal “Inti Sari” yang sudah ada sejak tahun 70-an memiliki cara promosi unik, yakni tester dodol hangat dari kenjeng langsung (mirip dengan istilah fresh from the oven). Setengah kilogram dodol dijual Rp 40.000, sedangkan satu kemasan dodol ukuran sedang dijual Rp 15.000.

Dodol Rizal ‘Inti Sari’ juga rutin mengikuti ajang tahunan di Pekan Raya Jakarta di JI Expo Kemayoran, Jakarta Fashion and Food Festival di Kelapa Gading serta dan Pekan Raya Indonesia (PRI) yang diselenggarakan di Ice Indonesia, BSD

Sejarah Dodol Betawi

Tak kenal maka tak sayang. Mari kenal lebih dekat dengan dodol betawi ini. Dodol Betawi adalah jenis dodol khas suku Betawi. Dodol Betawi berwarna hitam kecoklatan dengan variasi rasa yang lebih sedikit daripada dodol dari daerah lain. Rasa dodol betawi hanya terdiri dari ketan putih, ketan hitam dan durian. Proses pembuatan dodol sangat rumit. Bahan baku pembuatan yang terdiri dari ketan, gula merah, gula pasir dan santan harus dimasak di atas tungku dengan kayu bakar kayu selama 8 jam.

Dodol Betawi umumnya dibuat sebagai penganan khusus untuk pesta, bulan Ramadan, Idul Fitri atau Idul Adha. Terutama menjelang hari raya, dodol Betawi laris terjual. Karena proses pembuatannya yang rumit, hanya sedikit orang yang ahli membuat dodol Betawi.

Terdapat beberapa daerah di Jakarta dan sekitarnya yang masih memproduksi dodol Betawi, terutama di komunitas-komunitas warga Betawi, seperti di Condet, Jakarta Timur, Bogor dan Bekasi. Selain warga Betawi, dodol Betawi juga dibuat oleh komunitas Tionghoa.

Proses Pembuatan

Karena proses pembuatan dodol Betawi tidak mudah, maka warga menerapkan prinsip saling membantu (sambatan) agar dodol dapat tercipta dengan benar.Bahan-bahan yang digunakan adalah ketan, gula merah, gula pasir dan santan kelapa tua. Bahan-bahan yang bagus akan membuat dodol legit dan tahan lama. Menurut penjual di Festival Bintaro 3, dodol yang baru selesai dibuat dapat bertahan hingga 2 minggu di suhu ruang. Penjual bahkan melarangnya untuk memasukkan dodol tersebut ke kulkas.

Prinsip Gotong Royong Dalam Pembuatan Dodol

Pertama-tama wanita menyiapkan bahan-bahan, memarut kelapa yang sudah dikupas oleh pria untuk mendapatkan santan, menumbuk beras ketan untuk membuat tepung kemudian menuangkan semua campuran bahan ke atas kawa (penggorengan besar). Ketika dodol mulai kental, barulah digantikan oleh pria (tukang ngaduk). Proses mengaduk (ngaduk) membutuhkan waktu yang lama, antara 8-12 jam tanpa henti dengan menggunakan pengaduk kayu (gelo).

Bahan bakar untuk memasak dodol adalah kayu bakar yang harus dijaga agar tidak terlalu panas dan mengeluarkan asap. Api yang terlalu besar akan membuat dodol gosong dan masak tidak merata. Asap dapat menyerap dalam dodol dan membuat rasanya tidak enak. Dodol yang sudah masak dituang di nampan atau tampah untuk didinginkan. Kemudian kaum wanita melakukan tugas akhir memotong dodol jadi kecil-kecil dan membungkusnya.

Simak video pembuatan dodol:

Untuk info lebih lanjut:
Rumah Dodol Betawi Bang Rizal
Jl. Batu I/ Gang Arab RT 14 / RW5 No 39 Pejaten Timur – Pasar Minggu
Layanan pesan antar: 0858 1010 3037, 0812 1824 748
Twitter: @dodolbangrizal
Facebook: @rumahdodolbetawibangrizal

 

(EGS)

Leave a Comment