Ming. Des 8th, 2019

Di Sop Niambo Anda Bisa Memesan Oseng-Oseng dan Babat Lho

Mungkin bila Anda membaca judul artikel ini Anda akan membayangkan kami akan mengulas mengenai menu sop. Kali ini Info Bintaro tidak akan mengulas mengenai sop, melainkan oseng oseng dan babat. Ya, karena nama Sop Niambo ini hanya sekedar penamaan dari gerai kuliner satu ini. Namun menu yang disajikan sama sekali tidak ada yang berkaitan dengan sop.

Sop Niambo adalah sebuah nama gerai kuliner yang berada di Culture Kitchen, Bintaro Sektor 9 (baca juga : Pilihan Untuk Berbagai Kuliner Nasional, Culture Kitchen). Niambo sendiri tidak memiliki arti khusus, karena merupakan nama orang tua dari Bpk. Siswadi, pemilik Sop Niambo. Sop Niambo yang mulai beroperasi dari 1 Oktober 2016, bersamaan dengan dibukanya Culture Kitchen. Sebelum membuka Sop Niambo, Bpk. Siswadi pernah membuka gerai kuliner di ITC BSD, yang kemudian pindah ke Rawa Buntu. Sebelum akhirnya menempati gerai di Culture Kitchen. Waktu awal bukanya di Culture Kitchen, nama yang digunakan bukan Sop Niambo, melainkan Depot Sedap.

sop_niambo_info_bintaro_1

Pilihan menu di Sop Niambo cuma 4, yaitu Oseng Sapi, Oseng Iga, Oseng Babat, Babat Bakar dan Babat Goreng. Hal ini disebabkan adanya kebijakan dari pengelola Culture Kitchen, dimana setiap gerai dibatasi hanya memiliki 2 menu utama. Namun justru karena memiliki menu yang sedikit, Sop Niambo dapat fokus menyediakan masakan yang berkualitas.

Menu favorit pengunjung Sop Niambo adalah Oseng Sapi dan Oseng Iga. Namun pengunjung juga dapat memesan Oseng Campur yang berisi babat, iga dan daging sapi. Oseng Campur ini baru tersedia, jika ada permintaan dari pengunjung. Menariknya, pengunjung dapat memilih tingkat kepedasan dari pesanan Osengnya, dari mulai tidak pedas, sedang, sampai dengan pedas.

Dalam menyiapkan daging sapi yang akan digunakan untuk menu oseng, daging sapi dipresto terlebih dahulu. Biasanya daging sapi direbus dulu tanpa menggunakan bumbu. Di Sop Niambo, proses perebusan daging sapi menggunakan bumbu-bumbu, sehingga daging sapi setengah matangnya sudah terasa gurih, barulah daging sapi setengah matang itu kemudian dipresto supaya lunak. Sop Niambo tidak menggunakan penyedap, rasa gurih dari oseng selain disebabkan bumbu-bumbu yang digunakan pada proses perebusan, juga ditimbulkan oleh bumbu-bumbu pada proses akhir. Bumbu-bumbu yang digunakan juga merupakan bumbu-bumbu yang standar seperti bawang putih, bawang merah dan lada. Namun agaknya proses masaklah yang membuat oseng di Sop Niambo menjadi berbeda dengan oseng di tempat lain.

BACA JUGA  Geprek Bensu, Ini Aslinya Ayam Geprek Milik Ruben Onsu

sop_niambo_info_bintaro_2

Selain proses masak yang berbeda, Oseng Iga di Sop Niambo terasa memiliki daging yang cukup tebal. Menurut Ibu Tati, juru masak sekaligus pengelola Sop Niambo, Sop Niambo menggunakan daging sapi yang berasal dari vendor tersendiri sehingga daging iganya lebih tebal dari iga sapi yang dibeli di pasar.

Untuk menu babat, pengunjung bisa memilih kuah yang bening atau bersantan. Untuk kuah yang bersantan, digunakan susu sebagai campurannya. Di Sop Niambo, baik Babat Bakar maupun Babat Goreng kuahnya terpisah. Tapi pengunjung bisa meminta kuahnya dicampur, jika diinginkan. Sambal yang digunakan adalah sambal gowang, yaitu sambal dari cabe yang diulek kemudian direbus.

Sop Niambo melayani pesanan untuk berbagai acara, namun pemesanan dilakukan melalui GoFood. Sop Niambo tidak melayani pengantaran langsung. Jam bukanya setiap hari dari pukul 10.00-22.00.

 

(ES)

 

Baca Juga

Tinggalkan Balasan