Di Klub Lansia Global Ichsan Mandiri, Para Manula Memperoleh Kebahagiaannya

Bagi sebagian dari para manula, mengisi hari-hari tua merupakan saat yang membosankan. Betapa tidak, setelah melewati masa-masa perjuangan selama berpuluh tahun baik di keluarga maupun di pekerjaannya dengan segala atribut dan kehormatan yang diterima, pada masa tua hampir tidak ada aktivitas yang dapat dilakukan. Hari-hari para manula sering cuma diisi dengan duduk termenung di rumah, menunggu anak, menantu dan para cucu tiba di rumah. Menjalani rutinitas yang sama bertahun-tahun. Tidak heran, setelah memasuki masa tua, banyak manula menurun drastis kesehatannya, walaupun secara kehidupan tidak ada masalah.

Melihat kenyataan yang dihadapi para manula, PT. Global Ichsan Mandiri, sebuah divisi dari Yayasan Ichsan yang juga memiliki PT. IMC (Induk dari RS IMC Bintaro dan Klinik Ichsan) dan STIKes IMC Bintaro, tergerak untuk memikirkan para manula dengan mendirikan satu unit usaha, Klub Lansia.

Klub Lansia merupakan pusat pelayanan berupa kegiatan ketrampilan, olahraga, musik, sosialisasi dan latihan yang mempunyai tujuan tertentu. Program ini dirancang untuk meningkatkan dan mempertahankan kondisi fisik, fungsi-fungsi kognitif daya ingat, daya pikir, berbahasa, perencanaan, motivasi minat dan suasana hati melalui berbagai kegiatan yang diadakan selama beberapa jam di hari tertentu setiap minggu.

Pada saat ini, jadwal Klub Lansia adalah setiap hari Rabu, mulai pukul 09.00-12.00, dengan mengambil tempat di Lantai 4 bangunan Graha Ichsan, Kebayoran Arcade 3 No. 22-23, Jl. Boulevard Bintaro Raya, CBD Bintaro Sektor 7.

Klub Lansia Global Ichsan Mandiri bekerjasama dengan seorang psikolog sekaligus aktivis pemerhati kaum manula, Winarni Kumalasari, yang dibantu tim dari Global Ichsan Mandiri untuk merancang dan menjalankan berbagai aktivitas bagi para manula. Seperti yang disaksikan oleh Info Bintaro, para manula sedang mempersiapkan suatu penampilan gerak dan musik pada acara Senior Festival 2017, sebuah acara bagi para manula yang diadakan oleh ASLI (Asosiasi Senior Living Indonesia) yang berisi senam, seminar, bazaar, performance para manula dan kelas memasak, pada Sabtu, 8 April 2017 di Sentul City.

Winarni Kumalasari, yang akrab dipanggil Wini, yang dalam kesehariannya juga menjadi pembina klub lansia di wilayah Jakarta Selatan menjelaskan, Klub Lansia ini sudah berdiri sekitar 2 tahun. Para anggotanya tidak hanya dari Bintaro saja, melainkan juga Serpong, Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.

Wini menambahkan, Klub Lansia ini bukanlah daycare yang hanya merawat para lansia. Dengan mengikuti klub ini, diharapkan para lansia bisa menjadi tangguh dan mandiri. Kegiatan Klub Lansia lebih diarahkan ke terapi. Pada kegiatan rutinnya setiap minggu, sebelum rangkaian kegiatan dimulai, para lansia ini diambil tensinya terlebih dahulu, baru dilanjutkan dengan olah raga seperti yoga bagi lansia. Kegiatan utamanya bervariasi, seperti brain gym (melatih koordinasi antara otak kiri dan kanan), music therapy, telling story, teater dan karaoke, walaupun karaoke tidak menjadi prioritas kegiatan. Di waktu tertentu, juga diadakan klinik kesehatan yang disampaikan oleh dokter yang menyampaikan materi-materi praktis seputar kesehatan, seperti cara menghindarkan kolesterol, menjaga kesehatan tulang, dsb.

Menurut Wini, lansia cepat atau lambat akan mengalami kemunduran kemampuan koordinasi otak kiri dan kanan maupun kesehatannya. Biasanya setelah bergabung di Klub Lansia beberapa lama, peserta akan mengalami kemajuan. Salah satu peserta, Pak Adrian, sebelumnya mengalami stroke dan tidak bisa bicara, sekarang ia malah sudah bisa menyanyi. Contoh lainnya, ada seorang ibu yang sebelumnya setiap hari harus mengkonsumsi 12 jenis obat setiap hari sekarang hanya 6. Ada juga klinik, menghindarkan kolesterol.

Selain manfaat dari segi kesehatan, efek positif lainnya bagi para lansia dengan mengikuti Klub Lansia ini adalah dapat menemukan jati dirinya. Pada masa-masa awal berdirinya, banyak para lansia yang terlihat diam dan menyendiri. Sekarang malah terdengar ramainya celoteh mereka pada setiap pelaksanaan program. Memang inilah salah satu harapan Klub Lansia Graha Ichsan Mandiri, para lansia yang sebelumnya merasa kesepian dapat kembali bergairah dan menemukan jati dirinya.

Winarni Kumalasari

Untuk membuat para lansia datang, Klub Lansia Global Ichsan Mandiri juga melakukan strategi jemput bola. Ada beberapa lansia yang tidak bisa datang karena tidak ada yang mengantar jemput. Untuk itu Klub Lansia Global Ichsan Mandiri menyediakan fasilitas antar jemput dengan mobil dengan batasan wilayah terjauh adalah Serpong. Tidak jarang juga digunakan mobil pribadi dari karyawan Global Ichsan Mandiri, karena saat ini (April 2017), Global Ichsan Mandiri baru memiliki 1 mobil untuk antar jemput lansia.

Wini menutup penjelasannya dengan memberikan gambaran, saat ini jumlah peserta yang ada sudah cukup banyak, rata-rata setiap Rabu ada 20 orang yang hadir. Kalau bicara ideal, mestinya dalam 1 grup, maksimal pesertanya adalah 15 orang. Kedepannya, Global Ichsan Mandiri berencana untuk membuka lagi 1 grup di hari yang berbeda, sehingga akan semakin banyak para lansia yang dapat merasakan manfaat dari Klub Lansia ini.

 

(ES)

 

Leave a Comment