CT Corp Membangun Super Blok Trans Park Bintaro Senilai 2 Trilyun

CT Corp melalui unit bisnisnya Trans Property semakin berkibar dalam mengembangkan bisnis properti di Indonesia. Setelah mengembangkan tiga kawasan terpadu (mixed use) sejak tahun awal tahun 2017, perusahaan ini kembali meluncurkan proyek baru di Bintaro, Tangerang Selatan, bertajuk Trans Park Bintaro.

Dalam peletakan batu pertama (ground breaking) proyek ke-4 TPI ini dihadiri Wakil Walikota Tangerang, Benyamin Davnie, dan sejumlah investor asal Singapura.

Trans Park Bintaro akan dibangun di lahan seluas 1,7 hektare (ha) dengan total gross area seluas 130.000 meter persegi (m2). Proyek mixed use ini akan melingkupi dua tower apartemen, satu tower Small Office Home Office (SOHO), serta dilengkapi dengan mall Transmart dan Trans Studio.

Superblok ini  terdiri dari hunian, modern retail, entertainment center, SOHO (small office home office), food & beverage dan wahana wisata keluarga, Trans Studio. Dilengkapi dengan area basement tiga lantai yang mampu menampung 1.000 mobil dan 400 sepeda motor.

Pembangunan Transmart yang didalamnya terdapat Trans Studio ditargetkan rampung pada Mei 2019. Sementara pembangunan apartemennya ditargetkan selesai 12 bulan setelahnya.

Direktur PT Trans Property Indonesia (TPI), Wibowo Iman, mengungkapkan, superblok ini menggabungkan kawasan perbelanjaan dengan residensial, perkantoran dan wahana permainan theme park. “Kami akan menciptakan satu ekosistem baru di kawasan ini yang lebih lengkap dan terintegrasi. Mulai dari hunian, bisnis, hingga tempat rekreasi keluarga,” jelasnya dalam rilisnya (25/3/2018).

Sementara itu Wakil Walikota Tangerang, Benyamin Davnie, mengatakan, potensi pertumbuhan ekonomi Tangerang Selatan sangat menjanjikan. Badan Pusat Statistik memperkirakan tahun 2030 jumlah penduduk di wilayah akan mencapai 3 juta orang. Secara geografis, Tangerang Selatan saagat strategis yang mendukung pusat pertumbuhan ekonomi Jakarta Selatan, Depok, Sawangan dan Kabupaten Tangerang. Apalagi tahun lalu ekonomi tumbuh 7,2 persen.

Benyamin berharap kehadiran Trans Park Bintaro bisa menjadi magnet ekonomi dan investasi, sehingga kota Tangerang Selatan terus tumbuh. “Ini proyek CT Corp yang kedua di Tangerang Selatan dan mudah-mudahan disusul yang ketiga, Harapan kami keberadaan proyek ini menjadi penggerak ekonomi. Apalagi Jalan Cinere – Serpong – Pondok Aren – Tangsel dan bandara sedang dibangun. Daya dukung mobilitas orang dan barang akan semakin tinggi,” jelasnya. Potensi lainnya adalah pembangunan Tol Balaraja ke BSD City yang memperlancar jalur ekonomi Sumatera dan Jawa yang dijembatani Tangerang Selatan.

Di lokasi yang sama, Direktur Marketing PT Trans Property Indonesia, Ronald Cassidy Yusuf, optimistis dua menara apartemen yang ditawarkan akan terjual habis dalam dua tahun ke depan. “Melihat proyek-proyek Trans Park lainnya yang direspons sangat baik oleh pasar, dua tower tersebut akan terserap kurang dari dua tahun,” dia menegaskan.

Tower yang dipasarkan adalah Tower Chicago dan Tower Manhattan dengan harga perdana sekitar Rp600 juta, atau Rp. 21 juta per meter. Apartemen Trans Park Bintaro terdiri dari tiga tipe, yakni studio, 2 kamar tidur dan 3 kamar tidur. Untuk proyek ini, TPI menargetkan serah terima pada tahun 2020. Akan tetapi pusat perbelanjaan Trans Mart bisa dinikmati masyarakat, setahun lebih awal.

Tahun ini, Trans Property menargetkan penjualan apartemen di Trans Park Bintaro bisa terjual 70% -80%. “Semua proyek ini kami targetkan terjual dalam waktu dibawah dua tahun. Tahun ini apartemen tower pertama ditargetkan sold out dan tower kedua harapannya bisa terjual 50%,” kata Ronald.

(EGA)