Chic-Chat & Workshop #1 Permata Bank

Mengerjakan sesuatu dengan ‘passion’ sekali pun hasilnya belum langsung terlihat dan banyak kesulitan yang dihadapi. Terus jalani dan kembangkan. Itulah 2 kalimat inti yang yang disampaikan oleh Azalea Ayuningtyas, pendiri & CEO Du’Anyam, saat membagikan pengalamannya dalam mengembangkan bisnisnya pada sesi pertama Chic-Chat & Workshop #1 Permata Bank pada Selasa, 28 Februari 2017 di Excelso, Bintaro Xchange Mall.

Ayu, panggilan akrab Azalea merupakan salah satu narasumber dari sesi pertama dari 4 rangkaian acara Chic-Chat & Workshop yang digagas Permata Bank dengan didukung oleh Bxperience. Sesi yang bertajuk Cari Minatmu, Rencanakan Suksesmu ini juga menghadirkan Prita Hapsari Ghozie, CEO & Chief Financial Planner ZAP Finance.

Event ini merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Permata Bank.yang bertujuan untuk menginspirasi kaum wanita dari mulai mahasisiwi, karyawati, ibu rumah tangga, sampai dengan wirausaha.

chic-_chat_&_workshop_permata_bank_info_bintaro

Setelah sambutan dari perwakilan manajemen Permata Bank, Ayu memulai sesi pertama dengan menceritakan latar belakangnya membangun bisnis melalui Du’Anyam. Ayu yang menamatkan pendidikan masternya di bidang kesehatan masyarakat di Harvard berkisah, ia pernah melakukan penelitian di desa-desa terbelakang di India. Pada satu momen, ia pernah mendapatkan kritik yang cukup pedas dari wanita desa yang diwawancarainya. Wanita ini mengatakan, apa gunanya penelitian-penelitian seperti yang dilakukan Ayu dan teman-temannya kalau hal itu tidak memberikan dampak bagi orang-orang miskin seperti dirinya.

Setelah menamatkan pendidikannya, Ayu sempat bekerja di perusahaan konsultan di negeri Paman Sam. Namun pekerjaan yang cukup baik tidak lantas membuatnya terlena. Ia memiliki satu niatan untuk melakukan suatu bisnis yang berdampak kepada orang banyak. Akhirnya ia memutuskan meninggalkan pekerjaannya dan kembali ke Indonesia untuk mulai menjalankan niatnya. Bersama beberapa teman akrabnya semasa SMA, ia mulai merencanakan suatu bisnis dengan mendayagunakan wanita-wanita di Flores dengan membimbing mereka untuk membuat berbagai produk berbahan anyaman. Modal dari bisnis yang digunakan mayoritas berasal dari dana yang diperoleh dengan memenangkan kompetisi bisnis, sisanya berasal dari kantong masing-masing.

Du’Anyam membeli produk-produk ini dan memasarkan ke berbagai perusahaan. Dengan adanya kepastian harga dan pembelian kepada wanita-wanita pengrajin ini, pelan-pelan tingkat kehidupan mereka mulai meningkat. Hal ini menjawab keprihatinan Ayu dan teman-temannya terhadap kondisi kesehatan ibu dan anak di sana.

Tidak lupa Ayu membagikan tips untuk membangun bisnis, yaitu perlu adanya planning, discipline dan evaluation. Suatu bisnis perlu memiliki perencanaan yang baik yang kemudian dieksekusi dengan disiplin yang tinggi. Pada tiap tahapan, perlu dilakukan evaluasi untuk menentukan bisnis tersebut sudah berjalan sesuai rencana atau tidak. Selain itu, seorang pebisnis perlu memiliki passion, patience dan persistence. Idealnya kita bisa menjalankan suatu bisnis dengan ‘passion’, sehingga kita akan menikmati apa yang dikerjakan. Selain itu patience diperlukan dalam menghadapi situasi bisnis yang naik turun. Persistence merupakan daya juang, meskipun kita mengalami kegagalan namun kita tetap bangkit mencari jalan yang lain.

chic-_chat_&_workshop_permata_bank_info_bintaro_2

Pada sesi kedua, Pritha menjelaskan pentingnya kemampuan mengatur keuangan dengan topik Mengapa Mengelola Keuangan. Dalam kehidupan seorang wanita ada 3 tahap pengaturan keuangan, usia 20-30 tahun merupakan masa awal dalam membangun rumah tangga, usia 31-55 merupakan usia membesarkan anak dan persiapan pensiun, dan usia di atas 55  merupakan tahap mengisi hari tua. Masing-masing tahap membutuhkan simpanan, tabungan dan investasi. Pritha juga menyarankan setiap orang perlu mempersiapkan dana proteksi dan asuransi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga.

Wanita cantik ini menambahkan, ada 3 sumber masalah keuangan. 50% bersumber dari tidak bisa membedakan simpanan, tabungan dan investasi. Sehingga keuangan lebih banyak digunakan untuk hal yang konsumtif. 18% sumber masalah adalah hobi berhutang, sedangkan 32% masalah berasal dari gaya hidup yang tinggi. Pritha memberikan solusi, idealnya prosentase pengeluaran terdiri dari: 5% untuk zakat, infaq dan sedekah, 10% untuk dana darurat dan asuransi, 60% untuk biaya hidup, 15% investasi dan 10% gaya hidup. Jangan porsi untuk gaya hidup lebih besar dari pos-pos lainnya. Di akhir pemaparannya Pritha memberikan satu kalimat kunci: “Atur gaya hidup dan gengsimu, demi meraih kemerdekaan finansialmu”

Di sela-sela pemaparan Pritha Ghozie, Permata Bank menjelaskan berbagai produk yang dimiliki Permata Bank yang sesuai dengan pemaparan kedua pembicara ini, seperti Permata Tabungan Bebas dan Permata Proteksi Masa Depan.

Keseluruhan rangkaian acara berakhir pada pukul 17.30. Sampai jumpa pada Chic-Chat & Workshop #2 bertema Berinvestasi Kini Buat Masa Depanmu, yang akan berlangsung pada Kamis, 20 April 2017, pukul 15.00-17.30, yang akan menampilkan narasumber Ukke Kosasih, pendiri & CEO Circa HandMade.

 

(ES)

Leave a Comment