Celebrity Endorsement (Dalam Rangka Hari Konsumen Nasional 20 April)

Media sosial merupakan alat promosi bisnis yang efektif karena dapat diakses oleh siapa saja. Media sosial menjadi bagian yang sangat diperlukan oleh perusahaan sebagai salah satu cara terbaik untuk menjangkau pelanggan secara luas. Serta dapat dimanfaatkan sebagai media bisnis online – yang sedang marak di era digital saat ini. Salah satu strategi agar produk baru dapat dikenal oleh masyarakat melalui media sosial antara lain adalah strategi marketing endorsement.

Endorsement dipahami sebagai rekomendasi. Lalu siapa yang dengan mudah merekomendasikan dan mengenalkan produk-produk usaha online kepada masyarakat? Jawabannya adalah pesohor alias selebriti.

Setiap orang mempunyai tokoh selebriti favorit. Apa yang dilakukan dan digunakan oleh selebriti tersebut ingin ditiru dan digunakan pula oleh para penggemar. Dengan demikian, peluang produk yang direkomendasikan oleh selebriti akan sangat mudah untuk dikenal dan diterima oleh masyarakat.

Tidak hanya selebriti yang dikenal melalui TV saja yang menjadi target pemasar bahkan orang biasa yang dikenal di media sosial tetapi memiliki followers yang banyak atau biasa disebut dengan selebgram/selebtwit bisa menjadi target untuk para pelaku bisnis online. Karena merekapun dapat menjadi objek “penarik” untuk merekomendasikan produk yang ingin diperkenalkan kepada followers-followersnya.

Celebrity endorsement merupakan selebriti yang meminjamkan namanya dan muncul atas nama suatu produk atau jasa. Ada pula yang menjelaskan bahwa celebrity endorsement merupakan seseorang yang mendapat public recognition dan menggunakan kepopulerannya untuk mempengaruhi konsumen dengan iklan tersebut.

Salah satu contoh adalah Awkarin. Gadis asal Jakarta ini yang ramai dibicarakan di semua kalangan karena gaya hidupnya yang dinilai penuh kontroversi. Banyaknya pengikut di akun media sosialnya membuat Awkarin banyak menerima tawaran endorse.

Mau tahu biaya endorse Awkarin? Simak Psst… Ini Biaya yang Harus Kamu Keluarkan Untuk Endorse Awkarin

Bila dijumlah dalam sebulan ia dapat mengumpulkan penghasilan hingga puluhan juta rupiah. Dalam dua hari saja kadang Awkarin bisa mengantongi Rp. 30 juta. Ternyata hal tersebut membuat gadis dengan nama asli Karin Novilda tersebut begitu populer. Saat ini ia telah menjadi kiblat anak muda metropolitan kelas menengah ke atas perkotaan dalam berbusana bahkan berpose.

Daya tarik selebriti memang dapat digunakan dengan sangat efektif oleh para pemasang iklan untuk berkomunikasi dengan pasar-pasar mereka. Para selebriti dapat menjadi kekuatan yang berpengaruh dalam pembelian atau penggunaan barang-barang dan jasa-jasa yang dipilih.

Identifikasi tersebut didasarkan pada kekaguman (terhadap seorang atlit), aspirasi (seorang selebriti atau terhadap suatu gaya hidup), empati (terhadap seseorang atau situasi), atau pada pengakuan (terhadap seseorang – sejati atau meniru-niru – atau terhadap suatu situasi).

Apakah berarti selebriti siapa saja dapat digandeng sebagai endorser? Ada beberapa pertimbangan dalam memutuskan penggunaan celebrity endorser, yaitu:

  1. Overshadowing the product. Kepopuleran selebriti dapat membuat konsumen lebih memfokuskan kepada selebritinya sehingga gagal dalam menyadari merek yang diiklankan. Oleh karena itu, sebaiknya perusahaan memilih selebriti yang dapat menarik perhatian.
  2. Overexposure. Hal ini mengacu pada selebriti yang terlalu banyak meng-endorse produk sehingga konsumen menjadi skeptis terhadap endorsement karena mereka mengetahui bahwa selebriti tersebut dibayar. Perusahaan dapat menghindari hal ini dengan klausul eksklusivitas untuk membatasi jumlah produk yang dapat diendorse oleh selebriti.
  3. Target audience receptivity. Mengacu pada seberapa baik selebriti dapat menyesuaikan dan diterima oleh target audience yang dituju karena konsumen yang memiliki pengetahuan lebih mengenai suatu produk atau jasa dan memiliki sikap yang teguh lebih sulit dipengaruhi oleh selebriti daripada konsumen yang memiliki lebih sedikit pengetahuan atau konsumen dengan sikap netral. Oleh karena itu, ada pula perusahaan yang menghindari penggunaan selebriti karena target pasar tidak terpengaruh sama sekali dengan celebrity endorser.
  4. Risk to the advertiser. Mengacu pada perilaku negatif selebriti dalam kehidupan personalnya yang dapat membahayakan citra perusahaan. Oleh karena itu, banyak perusahaan melakukan riset dalam mencari tahu latar belakang dan kehidupan personal untuk menghindari hal tersebut.

Simak video Celebrity Endorsement :

Penulis:

Fauziah Nur Fazrina dan Gita Widya Laksmini Soerjoatmodjo
Program Studi Psikologi Fakultas Humaniora dan Bisnis
Universitas Pembangunan Jaya

Referensi

Ervina. (2018). Efektivitas celebrity endorsement sebagai media iklan pada sosial media Instagram.(Skripsi). Diakses dari https://repository.ar-raniry.ac.id/2371/1/PDF%20Lengkap.pdf

Maula, F. (2018, Oktober 05). Banjir endorse, jumlah insta stories Awkarin per hari ini bikin kaget. Brilio. Diakses dari https://www.brilio.net/selebritis/banjir-endorse-jumlah-insta-stories-awkarin-per-hari-ini-bikin-kaget-181004v.html.

Richirny. (2017). Pengaruh celebrity endorser, brand image, dan harga terhadap keputusan pembelian pada produk (studi iklan shampo pro versi Raline Shah pada mahasiswa FISIP USU Medan). (Skripsi). Diakses dari http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/67555.

Schiffman, L. G.,& Kanuk, L. L. (2010). Consumer behavior. New Jersey: Person Education Inc.

Setiawan, L. (2018). Pengaruh celebrity endorsement terhadap purchase intention dengan brand awareness sebagai variabel mediasi pada produk Green Tea Esprecielo Allure. Jurnal Manajemen Pemasaran 12(1), 53-60. Diakses dari http://jurnalpemasaran.petra.ac.id/index.php/mar/article/view/20722/19415.