Generational Gap: Bagaimana Cara Mengatasinya?

Perusahaan saat ini banyak didominasi oleh karyawan yang memiliki latar belakang generasi X (kelahiran tahun 1961 – 1980) dan generasi Y (kelahiran tahun 1981 – 2000). Kenapa, sih, orang-orang ini dikelompokkan berdasarkan generasi? Istilah pengelompokkan generasi ini terjadi karena perilaku yang serupa akibat pengalaman peristiwa kehidupan yang serupa pula (Kupperschmidt dalam Kian & Yussof, 2012). Anak-anak generasi Y tumbuh dengan paparan perkembangan teknologi yang pesat sehingga sifatnya cenderung percaya diri, menyukai kreativitas dan hal-hal yang bersifat praktis. Maka dari itu, generasi Y kerap bertentangan dengan cara pandang generasi X yang…

Read More

Mengajar dan Melatih Anak Menabung

Boros pangkal miskin, hemat pangkal kaya. Menabung merupakan salah satu cara untuk mengelola dan menghemat uang yang kita miliki. Dengan menabung kita mempunyai persediaan uang yang akan bisa kita pergunakan di masa depan bila ada kebutuhan-kebutuhan yang penting dan mendesak. Menabung dapat diartikan sebagai aktivitas mengumpulkan uang untuk suatu tujuan tertentu dalam kurun waktu tertentu. Menyisihkan uang untuk ditabung dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain: disimpan di bank, memasukkan uang ke dalam celengan, menitipkan uang yang kita miliki ke orang terdekat dan dapat dipercaya, mengikuti arisan, menginvestasikan uang dalam…

Read More

Brain Excercise : The Power of Making Games

Anak-anak vs merancang? Anak-anak vs merancang games? Anak-anak vs merancang games komputer? MEMANG MAMPU? Dalam merancang suatu hal seseorang dituntut untuk mampu menangkap fenomena di sekitar lingkungannya. Selain itu, mereka juga dituntut mengeksplorasi kebutuhan dan keinginan orang lain, Baru kemudian mereka mengembangkan ide dan produk untuk menjawab fenomena yang ada. Proses disain biasanya berkaitan dengan area seni, budaya, maupun teknologi. Teknologi yang cukup dekat dengan kita adalah komputer. Komputer selain digunakan untuk membantu proses belajar-mengajar sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan, nyatanya komputer juga dapat berperan untuk membantu anak mengasah logika. Salah…

Read More

Ayah, Bunda, Ajari Aku Bermasyarakat Ya!!

“Ayah, aku pinjem handphone ya. Aku mau main game” “Bunda, di mall ini ada wifi gak?” “Dek, ini tab nya daripada bosen kamu main ini aja” “Lo main clash royale juga kan? udah level berapa? Tanding ya kita? “IG lo apa sih? Lo add gue ntar gue follow ya Kalimat dalam percakapan-percakapan di atas sudah sering didengar oleh ayah bunda atau bahkan dialami juga oleh ayah bunda. Secara populer, kita dikenalkan dengan beberapa generasi, seperti generasi baby boomer (orang yang lahir di tahun 1946-1964), generasi X (orang yang lahir pada…

Read More

Sains itu Menyenangkan

Secara alamiah, anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar tentang dunia ini. Mereka ingin tahu sebanyak mungkin yang mereka bisa. Mereka ingin tahu apa yang menyebabkan angin bertiup, bagaimana pohon tumbuh, mengapa ikan mempunyai sirip dan mengapa kura-kura ke mana-mana membawa “rumah.” Semua ini masuk dalam pemahaman tentang apa itu sains. Tujuan sains adalah untuk memahami dunia melalui proses pencarian informasi. Banyak orang memahami sains sebagai menghafal materi di sekolah. Sebagian orang melihat sains sebagai kumpulan fakta, konsep, prinsip, hukum, teori serta model tentang bagaimana dunia ini bekerja. Sejatinya, sains…

Read More

Yuk, Belajar Science

Roket itu apa sih? Wow, roket bisa terbang, kenapa ya? Loh, roket itu terbang ke luar bumi, bisa membawa pesawat dan manusia? Di luar bumi ada planet lain? Dengan roket apakah kita bisa melihat bulan, matahari dan bintang? Memang roket bisa ke mana saja ketika di luar angkasa? Setelah itu roket bisa membawa pulang manusia yang ada di dalamnya? Setelah terbang, memang roket punya tempat untuk parkir? Nyatanya science itu merupakan ilmu yang sangat menyenangkan dan memicu banyak pertanyaan yang saling sambung-menyambung, terutama untuk anak-anak dari usia 3 tahun –…

Read More

Ayo Berkebun! (Bagian 2)

Warga Bintaro, menyambung tulisan tentang berkebun, kali ini kita akan membahas bagaimana agar pengalaman berkebun selaras dengan tugas perkembangan anak sesuai usia. Juga tips-tips dalam berkebun bersama putra/putri Anda. Anak pra sekolah dapat belajar: menanam tanaman dari benih (usahakan pilih benih yang cepat tumbuh agar anak tidak kehilangan minat), belajar anatomi daun dan bunga yang telah dikeringkan, memanen tanaman untuk dimasak dan menanam di pot-pot berukuran kecil. Sedangkan anak usia SD dapat berkebun dengan cara memberi kesempatan untuk merancang kebun mereka sendiri, misalnya kebun sayur mini. Mereka dapat membuat semacam…

Read More

Ayo Berkebun! (Bagian 1)

Berkebun? Sebagian besar keluarga urban boleh jadi asing dengan berkebun. Maklum, lahan kota yang terbatas, minimnya taman kota, waktu yang serba terbatas, banyaknya “hutan beton” alias gedung pencakar langit membuat kehidupan manusia yang hidup di kota kering dari sejuknya kehijauan kebun. Ada banyak sekali manfaat dari berkebun bagi anak. Melalui berkebun, anak belajar: Melestarikan lingkungan: Belajar sejak dini melalui pengalaman langsung sejak usia pra sekolah penting dalam edukasi lingkungan hidup. Anak usia SD akan lebih mudah memahami pentingnya lingkungan hidup apabila sejak kecil mereka paham tentang konsep lingkungan hidup itu…

Read More

Memasak dan Tugas Perkembangan Anak Usia Prasekolah dan Sekolah

Usia prasekolah adalah di umur 4-5 tahun dengan tahapan yang dikenal sebagai Initiative (Inisiatif) vs. Guilt (Perasaan Bersalah). Pada tahap ini, anak membangun diri dengan mengembangkan berbagai kecakapan. Kecakapan yang ia miliki membuat anak memberanikan diri untuk berinisiatif (initiative) melakukan aneka kegiatan. Apabila inisiatif tersebut gagal membuahkan hasil, maka terdapat kemungkinan bahwa anak merasa bersalah (guilt). Akan tetapi jika inisiatif ini berhasil, maka ia dengan sukses menjalani tahap perkembangan berikutnya yaitu usia sekolah. Kemudian, usia sekolah adalah di umur 6-11 tahun dengan tahapan yang disebut sebagai industry (Keaktifan) vs. Inferiority…

Read More

Memasak Bersama Anak: Mengolah Cinta dan Logika, Mengaduk Keterampilan dan Komunikasi dan Mematangkan Keceriaan dan Kepercayaan Diri

Memasak kini menjadi bagian dari budaya populer keseharian. Televisi menayangkan beraneka program memasak baik untuk dewasa maupun anak – baik laki-laki maupun perempuan. Sebetulnya apa manfaat memasak untuk anak? Keterampilan Numerik: Tambahkan 2 sendok gula ke dalam adonan, peras ¼ lemon ke dalam cangkir, panggang kentang selama 30 menit, bagilah tumpukan keju parut untuk 3 kali taburan di atas lapisan lasagna. Secara aplikatif, anak belajar tentang angka dan penerapannya. Operasi matematika seperti penambahan pengurangan perkalian dan pembagian dipelajari oleh anak dengan gembira dalam suasana menyenangkan. Keterampilan Verbal: Apa itu merebus…

Read More