Cara Membuat Rendang Hidangan Khas Lebaran

Tahun 2016 situs berita CNN mengumumkan rendang khas Indonesia sebagai makanan nomor satu terenak di dunia. Pada tahun 2017 CNN kembali merilis daftar 50 makanan terenak sedunia lewat 35.000 voting di media sosial Facebook.  Hasilnya, rendang khas Sumatera Barat kembali menduduki peringkat pertama. ” Rendang is the best,” tulis seorang voter, Kamal F Chaniago. Voter lainnya, Isabela Desita menuliskan, “Rendang should be the first! It’s really nice, you should try!”  Tak hanya rendang, nasi goreng khas Indonesia juga menempati peringkat kedua. Sementara itu, makanan Nusantara lainnya yang masuk daftar adalah sate, yang menduduki peringkat ke-14.

Menurut informasi yang dikutip dari Wikipedia, rendang atau randang adalah masakan daging bercita rasa pedas yang menggunakan campuran dari berbagai bumbu dan rempah-rempah. Masakan ini dihasilkan dari proses memasak yang dipanaskan berulang-ulang dengan santan kelapa. Proses memasaknya memakan waktu berjam-jam (biasanya sekitar empat jam) hingga kering dan berwarna hitam pekat. Dalam suhu ruangan, rendang dapat bertahan hingga berminggu-minggu. Rendang yang dimasak dalam waktu yang lebih singkat dan santannya belum mengering disebut kalio, berwarna coklat terang keemasan.

Baca juga : Manfaat Konsumsi Daging Merah

Rendang dapat dijumpai di Rumah Makan Padang di seluruh dunia. Masakan ini populer di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina, dan Thailand. Di daerah asalnya, Minangkabau, rendang disajikan di berbagai upacara adat dan perhelatan istimewa. Meskipun rendang merupakan masakan tradisional Minangkabau, masing-masing daerah di Minangkabau memiliki teknik memasak serta pilihan dan penggunaan bumbu yang berbeda.

Kandungan bahan dan cara memasak

Rendang adalah masakan yang mengandung bumbu rempah yang kaya. Selain bahan dasar daging, rendang menggunakan santan kelapa (karambia), dan campuran dari berbagai bumbu khas yang dihaluskan di antaranya cabai (lado), serai, lengkuas, kunyit, jahe, bawang putih, bawang merah dan aneka bumbu lainnya yang biasanya disebut sebagai pemasak. Keunikan rendang adalah penggunaan bumbu-bumbu alami, yang bersifat antiseptik dan membunuh bakteri patogen sehingga bersifat sebagai bahan pengawet alami. Bawang putih, bawang merah, jahe, dan lengkuas diketahui memiliki aktivitas antimikroba yang kuat. Tidak mengherankan jika rendang dapat disimpan satu minggu hingga empat minggu.

Proses memasak rendang asli dapat menghabiskan waktu berjam-jam (biasanya sekitar empat jam), karena itulah memasak rendang memerlukan waktu dan kesabaran. Potongan daging dimasak bersama bumbu dan santan dalam panas api yang tepat, diaduk pelan-pelan hingga santan dan bumbu terserap daging. Setelah mendidih, apinya dikecilkan dan terus diaduk hingga santan mengental dan menjadi kering. Memasak rendang harus sabar dan telaten ditunggui, senantiasa dengan hati-hati dibolak-balik agar santan mengering dan bumbu terserap sempurna, tanpa menghanguskan atau menghancurkan daging. Proses memasak ini dikenal dalam seni kuliner modern dengan istilah ‘karamelisasi’. Karena menggunakan banyak jenis bumbu, rendang dikenal memiliki citarasa yang kompleks dan unik.

Makna budaya

Rendang adalah salah satu hidangan hantaran dalam upacara adat Minang.

Rendang memiliki posisi terhormat dalam budaya masyarakat Minangkabau. Rendang memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat Minang Sumatera Barat, yaitu musyawarah dan mufakat, yang berangkat dari empat bahan pokok yang melambangkan keutuhan masyarakat Minang, yaitu:

  1. Dagiang (daging sapi), merupakan lambang dari “Niniak Mamak” (para pemimpin Suku adat)
  2. Karambia (kelapa), merupakan lambang “Cadiak Pandai” (kaum Intelektual)
  3. Lado (cabai), merupakan lambang “Alim Ulama” yang pedas, tegas untuk mengajarkan syariat agama
  4. Pemasak (bumbu), merupakan lambang dari keseluruhan masyarakat Minangkabau.

Dalam tradisi Minangkabau, rendang adalah hidangan yang wajib disajikan dalam setiap seremoni adat, seperti berbagai upacara adat Minangkabau, kenduri, atau menyambut tamu kehormatan.

Dalam tradisi Melayu, baik di Riau, Jambi, Medan atau Semenanjung Malaya, rendang adalah hidangan istimewa yang dihidangkan dalam kenduri khitanan, ulang tahun, pernikahan, barzanji, atau perhelatan keagamaan, seperti Idul Fitri dan Idul Qurban.

Variasi

Rendang umumnya menggunakan daging sapi, tetapi dikenal pula berbagai jenis bahan daging lainnya yang dimasak sesuai bumbu dan resep. Variasi rendang antara lain:

  • Rendang daging (Randang dagiang): rendang daging sapi, kerbau, kambing atau domba. Adalah jenis rendang yang paling lazim ditemukan.
  • Rendang ayam: Rendang yang terbuat dari daging ayam
  • Rendang bebek (Randang itiak): Rendang yang terbuat dari daging bebek
  • Rendang hati: Rendang yang terbuat dari hati sapi
  • Rendang telur (Randang talua): Rendang yang terbuat dari telur ayam, khas Payakumbuh
  • Rendang paru: Rendang yang terbuat dari paru-paru sapi, khas Payakumbuh
  • Rendang ikan tongkol: Rendang yang terbuat dari ikan tongkol
  • Rendang suir: Rendang khas Payakumbuh yang dibuat dari daging ayam atau sapi yang serat dagingnya disuir atau diurai kecil-kecil. Rendang suir mirip abon, akan perbedaannya adalah serat dagingnya lebih besar dan bumbu rendang keringnya yang khas.
  • Rendang Kerang (Randang Lokan): merupakan varian rendang yang terbuat dari kerang, khas dari daerah pesisir seperti Pesisir Selatan dan Pariaman.

Selamat merayakan Idul Fitri sambil menikmati rendang, masakan terlezat di dunia.

Mau menikmati masakan rendang di resto Padang, simak listnya di bawah ini:

Restoran Sederhana Veteran
Jalan Veteran, RT.1/RW.3, Bintaro, Jakarta Selatan
Jam buka: 08.00 – 22.00
Telepon: (021) 739-2985

Restoran Padang SSS, Cabang Bintaro
Jl. Bintaro Utama I, RT.1/RW.8, Bintaro, Pesanggrahan, South Jakarta

Jam buka: 09.00 – 21.30
Telepon: (021) 735-5624

Sari Indah
Restoran Padang
Jalan Kesehatan Raya No.27, RT.03 / RW.06, Bintaro Sektor 1
Jam buka: 07.00 – 22.00
Telepon: (021) 7373-000

PUTRA MINANG GROUP
Restoran Padang
Jalan Kesehatan No.15, Pesanggrahan, Bintaro, RT.1/RW.11, Bintaro
Jam buka: 07.00 – 23.00
Telepon: (021) 7369-2517

Restoran Sederhana Bintaro 3A
Restoran Padang
Jalan Bintaro Utama 3A Blok DD1 No.67, Pondok Karya, Pondok Aren, Pd. Karya
Jam buka: 08.00 – 22.00
Telepon: (021) 735- 7710

 

(EGA)