Buah Hati Belum Bisa Baca Tulis? Kursus Baca Tulis di Mopi Arinda Saja

Bila buah hati Anda akan segera masuk ke SD namun belum bisa baca tulis, tentunya Anda sebagai orang tua akan merasa kuatir. Seperti kita ketahui, persyaratan utama seorang anak bisa diterima di SD adalah sudah bisa baca tulis secara lancar.

Dalam sistem pendidikan kita dinyatakan bahwa semua bentuk kegiatan pendidikan di Taman Kanak-Kanak harus disesuaikan dengan usia anak yang masih suka bermain. Dengan penekanan seperti ini, tentunya belajar baca tulis tidak menjadi satu keharusan untuk diajarkan pada anak-anak usia TK. Di sisi lain, kita mengetahui bahwa apapun yang menyangkut pembelajaran tentunya memerlukan waktu khusus untuk melatih dan membiasakan. Dengan latihan yang terus menerus, barulah seseorang akan terbiasa dan akhirnya bisa. Hal ini pun berlaku dalam baca tulis, diperlukan waktu khusus untuk berlatih agar seorang anak dapat membaca dan menulis.

Bila buah hati Anda menghadapi situasi seperti ini, inilah waktunya Anda mendaftarkan buah hati Anda mengikuti kursus baca tulis di Mopi Arinda. Mopi Arinda yang berlokasi di Arinda Permai 1 Blok C No. 9, Pondok Aren, berafiliasi dengan Mopi Baca Tulis, sebuah lembaga pendidikan yang berfokus pada pengajaran membaca dan menulis bagi anak-anak usia 4-6 tahun. Mopi Baca Tulis yang berdiri sejak tahun 2005 oleh Widyana Susanty, SE, ARAD, RAD RTS, seorang penggiat pendidikan di Indonesia, telah mengembangkan module lengkap dengan metode Mopi yang dilengkapi dengan worksheet dan buku cerita berisi berbagai karakter menarik yang disukai anak-anak.

mopi_arinda_info_bintaro_1

Program belajar di Mopi Arinda terbagi menjadi 4 level:

  • Level KB, untuk anak-anak yang belum pernah memegang pensil atau anak-anak yang berusia 3 tahun (dimungkinkan). Di level KB, anak-anak dikenalkan dengan bentuk-bentuk huruf dengan berbagai cara, seperti :dibiasakan untuk menggambar huruf dengan mengikuti titik-titik (tracing), menggerakkan tangan mengikuti guru yang menyebutkanhuruf-huruf, atau dengan cara dinyanyikan.
  • Level A, untuk anak-anak yang sudah mengenal huruf namun belum bisa menggabungkan huruf-huruf. Murid diajarkan untuk menggabungkan 2 huruf (suku kata), serta menggabungkan 2 suku kata menjadi 1 kata, misalnya ba-ju, dll.
  • Level B, pada level ini murid sudah dikenalkan dengan huruf besar, penggunaan diftong (2 vokal yang diucapkan sekaligus), kata-kata yang diajarkan pun lebih banyak variasinya, menggunakan 3 huruf sebagai suku kata, serta menggabungkan 3 kata, misalnya: jangan suka mencuri, dll. Pada level ini, murid sudah bisa menulis.
  • Level C, pada level ini murid dilatih untuk memperlancar kemampuan menulis dan membacanya serta diajarkan penggunaan huruf sambung.

Normalnya, setiap level berlangsung selama 3-4 bulan, dengan pengecualian untuk siswa yang memiliki kemampuan sangat baik, satu levelnya bisa dijalani selama 2 bulanan.

Setiap siswa yang telah melakukan registrasi, diberikan trial gratis selama 2x pertemuan. Pada saat trial ini sekaligus merupakan waktu bagi guru untuk menilai siswa tersebut semestinya masuk pada level yang mana.

mopi_arinda_info_bintaro_2

Metode belajar yang diterapkan oleh Mopi Arinda merupakan metode belajar yang menyenangkan yang merupakan gabungan antara bermain dan belajar. Guru akan melihat kondisi dari siswa pada saat belajar. Misalnya siswa tersebut mood-nya kurang baik, guru tidak akan memaksakan untuk belajar materi yang sudah disiapkan, melainkan siswa tersebut akan diajak bermain. Ada bermacam-macam jenis permainan, seperti melipat kertas (origami), menyusun puzzle, permainan tebak-tebakan huruf, dll. Namun apa pun permainannya, intinya siswa tetap akan belajar menulis atau membaca melalui permainan.

Di samping berbagai jenis permainan, Mopi Arinda memiliki metode belajar standar menggunakan workshet. Setiap 2x pertemuan, siswa diberikan workshet untuk dikerjakan di rumah. Workshet pun bisa berisi permainan, sehingga tidak membosankan. Tidak hanya belajar sesuai materi belajar, siswa pun diajarkan hal-hal penting lainnya, misalnya cara memegang pensil secara benar dalam menulis dengan menggunakan pensil khusus berbentuk segitiga dan memiliki lingkaran-lingkaran kecil berwarna untuk menempatkan jari. Latihan ini diterapkan setiap siswa menggambar atau menulis, sehingga menjadi kebiasaan.

Jumlah siswa pada satu kelas dibatasi hanya 2-3 orang. Dengan jumlah siswa yang sedikit, guru dapat mencurahkan perhatian lebih banyak kepada siswanya. Siswa dalam satu kelas, bisa berasal dari siswa yang levelnya berbeda, namun perbedaan level hanya 1 level saja sehingga siswa tidak merasakan perbedaan belajar yang terlalu jauh dengan teman satu kelasnya. Guru akan memeberikan perhatian yang sama kepada setiap siswa dengan memberikan materi yang berbeda, misalnya 1 siswa belajar menulis, maka siswa yang lain belajar membaca.

mopi_arinda_info_bintaro_3
Pengelola dan Pengajar Mopi Bintaro Bersama Risty Tagor yang Mendaftarkan Buah Hatinya Belajar di Mopi Arinda

Agar orang tua siswa mengetahui progress belajar buah hatinya, setiap bulan pihak Mopi Arinda memberikan laporan berupa kegiatan si anak di kelas, sudah sejauh mana progress-nya, termasuk kekurangan si anak dalam belajar.

Setiap akhir bulan, selama 2 hari Mopi Arinda meniadakan aktivitas belajarnya. Hal ini disebabkan guru harus mengikuti kegiatan pertemuan guru-guru di Mopi pusat. Pertemuan ini sangat penting bagi guru karena merupakan sarana untuk tukar pengalaman maupun berkonsultasi mengenai kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam mengajar siswa-siswanya.

Dengan berbagai metode serta materi yang dimiliki oleh Mopi Arinda, ditambah dengan suasana belajar yang tidak membosankan, buah hati Anda akan merasakan belajar itu menyenangkan.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi pihak Mopi Arinda melalui telp/WA/SMS ke 0856 9542 7723.

 

(ES)

Leave a Comment