Bermain Sambil Belajar, Mengembangkan Kemampuan Anak Secara Kreatif di Rumah Mandar

Ada sebuah ungkapan dari Albert Einstein yang sangat terkenal: “Creativity is intelligent having fun”. Ungkapan dari bapak teori relativitas ini sungguh menggelitik dan membuka kesadaran banyak orang bahwa ada suatu keasyikan tersendiri dalam mengembangkan kemampuan intelektual melalui berbagai hal kreatif. Proses belajar yang sering dianggap sebagai hal yang membosankan bila dilakukan dengan berbagai cara yang menyenangkan akan membuat pemahaman atas apa yang dipelajari akan terjadi dalam waktu yang lebih singkat dibanding cara belajar yang konvensional.

Hal inilah yang diterapkan oleh Rumah Mandar, sebuah kelas bermain bayi dan toddler (usia 1 – 3 tahun) yang mengajarkan kreativitas melalui permainan-permainan sederhana dengan cara yang menyenangkan dengan menggunakan bahan-bahan sederhana. Adalah Mega Novelia, mantan anchor news sebuah stasiun televisi nasional, pendiri dan pemilik Rumah Mandar yang berlokasi di Jl. Mandar Blok DE2 No. 9, Bintaro Sektor 3A.

Rumah Mandar mulai buka dari awal Mei 2017. Rumah Mandar sendiri bukanlah playgroup seperti yang kita tahu. Berbeda dengan playgroup yang formal, di Rumah Mandar konsep yang dikembangkan adalah konsep pendidikan di rumah (home-education). Ketimbang menggunakan kurikulum yang baku, Rumah Mandar memberikan program tematik yang berbeda-beda. Di setiap programnya, Mega membagi urutan kegiatan bermain di Rumah Mandar menjadi 4 sesi, yaitu Story Telling, Sensory Play 1, Snack dan Sensory Play 2.

Mega menjelaskan, “Rumah Mandar menggunakan bahan-bahan yang sederhana dan murah sebagai sarana permainanannya, tujuannya agar orang tua bisa menerapkan berbagai permainan yang dilakukan pada program Rumah Mandar di rumahnya masing-masing.”

“Berbagai permainan di Rumah Mandar lebih difokuskan untuk mengembangkan kemampuan sensorik, utamanya sensorik motorik dan auditori dari anak-anak. Sebagaimana kita ketahui anak-anak pada usia 1-3 tahun masih pada taraf bermain sambil melakukan eksplorasi. Di sinilah mereka akan belajar berbagai hal yang akan membangun pemahaman mereka. Peranan orang tua sangat penting di sini, karena berbagai permainan ini akan membangun hubungan ibu dan anak yang lebih dekat”, lanjut Mega.

Itulah sebabnya pada setiap program Rumah Mandar, Mega mensyaratkan kehadiran orang tua dari sang anak untuk menemaninya bermain. Pada umumnya, yang menemani sang anak adalah si ibu. Namun tidak menutup kemungkinan seorang bapak yang mendampingi anaknya bermain. Mega tidak merekomendasikan anak di dampingi pengasuhnya, karena hal ini berarti si anak akan lebih dekat dengan pengasuhnya ketimbang dengan orang tuannya. Mengingat keterbatasan ruangan yang ada, Mega juga mensyaratkan 1 anak dengan 1 pendamping.

Program bermain di Rumah Mandar selalu berbeda-beda setiap harinya, misalnya pada program tanggal 21 Juni yang lalu, Ruma Mandar mengangat tema Suara, yang memberikan penekanan pada permainan-permainan yang berhubungan dengan suara.

Rangkaian program diawali dengan sesi story telling, dimana anak mendengarkan cerita yang  untuk memilih disampaikan seorang pembimbing anak-anak. Walaupun begitu, setiap anak diberikan kebebasan. Jika ia memilih untuk bermain ketimbang mendengarkan cerita, ia bisa bermain di salah satu sudut ruangan yang tersedia berbagai permainan. Tidak ada keharusan setiap anak untuk mengikuti setiap sesi, di Rumah Mandar anak diberikan kebebasan yang menyenangkan hatinya. Jika ia ingin bermain sendiri saja di sepanjang rangkaian sesi, ia boleh menyibukkan diri dengan permainannya sampai ia merasa bosan dan bergabung dengan anak-anak lainnya.

Setelah sesi story telling aktivitas diteruskan dengan Sensory Play 1 yang didahului dengan bernyanyi dan perkenalan. Pada sesi Sensory Play ini anak diajak untuk bermain seperti memasukkan rice cracker ke dalam botol air mineral plastik. Rice cracker dan botol air mineral plastik adalah contoh-contoh bahan-bahan permainan yang digunakan di Rumah Mandar. Rice cracker bisa dibeli dengan mudah di toko snack anak-anak dengan harga yang sangat murah, sekitar Rp. 4 ribu per kilogramnya.

Tujuan dari sesi Sensory Play ini adalah melatih kemampuan motorik halus anak-anak dengan memegang satu demi satu butiran rice cracker dan memasukkannnya de dalam botol serta berlatih fokus. Permainan memasukkan rice cracker ke dalam botol juga bisa melatih sensorik warna, karena rice cracker memiliki warna yang beraneka ragam. Contoh permainan sederhana lainnya adalah permainan membuat alat musik marakas serta memainkannya dan menelpon dengan menggunakan 2 buah botol plastik bekas air mineral yang dihubungan dengan benang. Dengan permainan ini anak diajar berbagai hal termasuk mengenal sains sederhana yangberhubungan dengan suara.

Yang tidak kalah seru adalah permainan messy play pada sesi Sensory Play 2. Pada sesi ini anak diajak bermain pada sebuah box container plastik yang telah diisi dengan air sabun. Anak-anak yang merasa gembira dengan permainan yang dilakukan di ruang terbuka ini, seolah diajak berimajinasi dengan gelembung-gelembung sabun dan bermain air sabun baik bermain sendiri mau pun bermain dengan anak-anak lainnya. Di sela-sela sesi ini, Mega memberikan tips penggunaan sabun yang aman bagi anak-anak bila ingin melakukan permainan ini di rumah.

Di setiap sesinya, Mega selalu menjelaskan kepada para orang tua, nama permainan yang akan dilakukan, tujuan permainan, cara membuat permainan itu dan sedikit tips mencari bahan-bahan yang diperlukan untuk permainan itu.

Jika Anda ingin mengikuti program bermain di Rumah Mandar, Anda bisa mengakses Instagram @rumahmandar atau melalui Whatsapp 0813 1813 9617 untuk mendapatkan informasi kapan program berikutnya akan berlangsung dan tema programnya. Di setiap programnya, biaya keikutsertaan sebesar Rp. 150 ribu untuk 1 anak dan 1 pendamping. Untuk harinya, baik pada hari kerja atau saat weekend (Sabtu) dari mulai pukul 09.00-11.00.

 

(ES)

Leave a Comment