Beristirahat Sejenak dari Kebisingan Kota di Taman Kota 2 BSD City

Padatnya aktivitas sehari-hari membuat setiap orang mengalami kelelahan fisik dan mental. Akibatnya banyak orang menginginkan dapat memanfaatkan waktu luang sebaik mungkin untuk beristirahat, menyegarkan pikiran dan melakukan kegiatan yang menyenangkan. Kegiatan yang menyenangkan dapat bervariasi mulai dari aktivitas dalam rumah seperti mengerjakan berbagai hal yang disukai di rumah, maupun aktivitas di luar rumah  seperti berolah raga, bertemu keluarga atau sahabat, berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan sampai dengan berekreasi ke luar kota.

Seringkali pilihan melakukan aktivitas di luar rumah bukan merupakan pilihan yang tepat. Ambil contoh, bila Anda memilih berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan, seringkali Anda harus menghadapi kemacetan atau sulitnya mendapatkan lokasi parkir. Contoh lain, Anda memilih berekreasi ke luar kota misalnya Puncak atau Bandung, Anda akan menghadapi kemacetan. Bahkan pada waktu tertentu misalnya saat long weekend, kemacetan yang terjadi sudah di luar batas toleransi. Akhirnya, bukan kesegaran fisik dan mental yang Anda peroleh, namun stress dalam bentuk lain. Padahal ada alternatif untuk berekreasi yang terbebas dari kemacetan. Andapun bisa merasakan suasana alam yang segar dan biaya yang murah dengan berekreasi ke Taman Kota 2 BSD City.

Taman Kota 2 merupakan hutan kota yang berlokasi di kawasan Taman Tekno, sebuah pusat pergudangan berskala besar yang berada di BSD City, Serpong. Lokasinya diapit antara Jalan Raya Victor (menuju Parung, Pamulang, dan Muncul), dengan kawasan pergudangan Taman Tekno.

Taman Kota 2 mulai dibuka untuk umum sejak 18 Juni 2006, dengan diresmikan oleh Rachmat Witoelar, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup. Ada sebuah prasasti peresmian yang ditandatangani oleh Rachmat Witoelar yang bertuliskan Sesuatu itu terasa berarti ketika sulit ditemukan. Tak ada kata terlambat. Mari…Hijaukan bumi, lindungi air, birukan langit. Sebuah pesan yang dalam untuk menjaga lingkungan.

Jam buka Taman Kota 2 setiap hari dari pukul 06.00-18.00. Luasnya adalah 7,5 hektar. Berada di tengah-tengah keramaian Jl. Tekno Widya, untuk sesaat kita lupa bahwa kita sedang berada di tengah kota, karena kehijauan area Taman Kota 2 ini.

Area parkirnya cukup luas untuk menampung banyak mobil dan motor. Pengunjung tidak dipungut biaya untuk memasuki kawasan Taman Kota 2 ini. Hanya ada beberapa tukang parkir tidak resmi yang memberikan tiket parkir saat kendaraan kita memasuki area parkirnya. Di pojokan area parkir ada warung sederhana bagi pengunjung yang sekedar ingin melepas lelah dan mengganjal perut. Untuk memasuki kawasan Taman Kota 2 kita akan melewati jembatan besi berwarna merah yang hanya bisa dilewati pejalan kaki. Jembatan ini melintas di atas sebuah sungai kecil yang bermuara di Sungai Cisadane yang berjarak sekitar 2 km.

Di seberang jembatan, kita akan menemui jalan ‘panggung’ yang bercabang, keduanya menuju area terbuka berbentuk bundar, yang biasa dijadikan sebagai tempat pelaksanaan berbagai acara seremonial, senam massal, dan olahraga lainnya. Keteduhan pohon-pohon yang mayoritas didominasi oleh pinus terasa menyejukkan. Untuk berjalan kaki tersedia jalan setapak terbuat dari beton yang diselingi tangga-tangga bila menaiki kontur tanah yang agak tinggi.

Sebetulnya kebersihan dan kerapian Taman Kota 2 ini cukup terjaga, serombongan ibu-ibu petugas kebersihan bekerja hampir tidak berhenti untuk menyapu area taman ini. Sayangnya masih saja ada pengunjung yang meninggalkan sampah. Pada hari kerja, Taman Kota 2 ini sering dimanfaatkan oleh karyawan perusahaan -perusahaan yang berada di sekitar Taman Kota 2 ini untuk beristirahat, maupun pelajar dan mahasiswa yang memanfaatkan lokasi ini untuk pacaran.

taman_kota_2_bsd_info_bintaro_1

Yang menarik, di tengah Taman Kota 2 ini ada rumah pohon yang terselip di antara pohon-pohon dan ditopang bambu-bambu besar. Pengunjung dapat naik ke rumah panggung ini untuk beristirahat sambil menikmati pemandangan ke arah sungai sambil menimati semilir angin. Sayup-sayup terdengar suara aliran sungai.

Di sebelah rumah pohonkita bisa menemukan sebuah pondok yang mirip dengan rumah honai di Papua. Pengunjung dapat duduk-duduk dan beristirahat di dalam pondok sambil menikmati suasana alam sekitarnya.

taman_kota_2_bsd_info_bintaro_2

Lelah berjalan, kita dapat beristirahat di bangku-bangku beton yang dibentuk seperti batang pohon di beberapa sudut taman. Jika ingin melepas dahaga, jika Anda meneruskan perjalanan Anda akan menemukan Jl. Setapak. Walaupun namanya jalan setapak, namun jalan ini merupakan jalan aspal. Ada beberapa warung dan resto kecil di sini, seperti Art Flona Nuansa Bali dan artflona.saung@pung yang diselingi penjual tanaman.

Di bagian ujung dari kawasan Taman Kota 2, Anda akan menemukan pemandangan yang sudah jarang ditemukan di kota-kota besar berupa pemandangan aliran sungai yang mengalir di sela-sela hutan. Walaupun airnya berwarna coklat tapi lumayanlah tidak sehitam seperti sungai-sungai di tengah kota pada umumnya. Bagi Anda yang ingin menggowes, di Taman Kota ini juga tersedia track untuk bersepeda berupa jalan tanah yang terpisah dengan jalan setapak bagi pengunjung yang berjalan kaki. Sayangnya kondisinya tidak terlalu baik, di beberapa tempat yang melintasi sungai kondisinya agak memprihatinkan. Namun kondisi ini mungkin menarik bagi Anda yang menyukai tantangan.

taman_kota_2_bsd_info_bintaro_3

Tertarik untuk mencoba berlibur di lokasi yang tidak terlalu jauh dan bebas macet sambil menikmati suasana alam? Datang yuk ke Taman Kota 2 ini.

 

(ES)

Leave a Comment