Sab. Okt 19th, 2019

Berencana Beli AC? Simak Hal-Hal Berikut

Penggunaan AC di negara beriklim tropis seperti Indonesia sudah merupakan kebutuhan penting. Tingginya suhu udara dengan kelembabannya membuat AC menjadi solusi utama dan paling gampang untuk membuat ruangan menjadi nyaman. Di pasaran beredar berbagai macam merek AC beserta ukurannya. Sebagai konsumen kita dimanjakan dengan mudahnya memperoleh AC untuk kebutuhan kita. Namun sebagai konsumen awam kita harus kritis dalam menentukan AC yang akan dibeli. Salah melakukan pembelian, bisa jadi ruangan tidak sejuk atau malahan terlalu dingin. Selain AC yang dibeli menjadi mubazir, sangat mungkin kita menanggung kerugian akibat tingginya konsumsi listrik atau AC menjadi gampang rusak. Kalau sudah begini, biasanya yang kita salahkan adalah AC-nya. Padahal setiap AC sudah didesain untuk bekerja optimal dengan kondisi tertentu. Sebagai konsumen, sudah menjadi tugas kita untuk jeli dalam menentukan AC yang sesuai dengan kebutuhan.

Bagi kita yang awam dengan AC, ada 3 faktor yang perlu diperhatikan sebelum membeli AC yakni kemampuan pendinginan AC (BTU/h – British Thermal Unit per hour), daya listrik (watt), dan PK kompresor. Sebagian dari kita mungkin lebih mengenal angka PK (Paardekracht/Daya Kuda/Horse Power (HP)) pada AC. Sebenarnya PK itu adalah satuan daya pada kompresor AC bukan daya pendingin AC. Namun PK lebih dikenal ketimbang BTU/hr di masyarakat awam. Angka-angka spesifikasi yang menyatakan faktor-faktor ini biasanya tercantum pada stiker atau pelat yang tertempel pada bagian indoor atau outdoor unit tersebut.

Sebelum kita menentukan PK yang diperlukan, kita harus mengetahui dimensi ruangan yang akan dipasang AC. Gunakan rumus dibawah ini untuk menghitung berapa kapasitas pendinginan AC yang diperlukan.

= Luas ruangan dalam m2 x 500
= Panjang x Lebar x 500

Rumus ini mengasumsikan bahwa tinggi ruangan yang Anda hendak pasang AC adalah tinggi standar yang ada di Indonesia yaitu yang pada umumnya 2.50 – 3 meter. Rumus di atas ini tidak memperhitungkan jika untuk ruangan yang banyak orangnya atau ruangan yang sering dibuka-tutup pintu/jendelanya atau ruangan terbuka, karena hampir mustahil untuk memperhitungkan jika banyak faktor yang sangat bervariasi. Sebetulnya ada beberapa rumus yang bisa dipergunakan, namun rumus yang paling sederhana adalah seperti di atas, dengan tingkat keakuratan yang cukup tinggi.

Rumus di atas akan menghasilkan angka dalam satuan Btu/h. Angka tersebut perlu untuk dicocokan dengan kemampuan AC untuk mendinginkan ruangan dalam satuan Btu/h yang biasa ada di setiap AC. Orang lebih terbiasa menggunakan satuan PK dalam menentukan AC sehingga disini ditampilkan bagan untuk membantu Anda mengkonversi berapa PK yang Anda butuhkan.

BACA JUGA  Mencegah Kanker Dengan Mengkonsumsi Beras Hitam

AC dengan ukuran ½ PK: 5.000 – 6.000 Btu/h
AC dengan ukuran ¾ PK: 7000 – 8000 Btu/h
AC dengan ukuran 1 PK: 9.000 – 11.000 Btu/h
AC dengan ukuran 1½ PK: 12.000 – 17.000 Btu/h
AC dengan ukuran 2 PK: 18.000 – 23.000 Btu/h
AC dengan ukuran 2½ PK: 24.000 – 26.000 Btu/h
AC dengan ukuran 3 PK: 27.000 – 44.000 Btu/h
AC dengan ukuran 5 PK: 45.000 – 48.000 Btu/h

Sebagai contoh: sebuah ruangan yang berdimensi 10 x 4 meter membutuhkan kapasitas pendingingan 10 x 4 x 500 = 20.000 Btu/h, sehingga AC yang dipilih seharusnya AC 2 PK.

Setelah Anda menentukan besaran PK yang dibutuhkan, Anda juga harus membandingkan spesifikasi dari unit-unit AC yang tersedia. Pilihlah AC yang membutuhkan daya (watt) terkecil namun dengan kemampuan pendinginan (Btu/h) terbesar, yang berarti AC tersebut memiliki efisiensi yang lebih tinggi. Jangan tergiur dengan harga murah atau diskon promo, karena biaya terbesar terbesar bukanlah dari harga pembelian, namun dari biaya pengoperasian berupa konsumsi listrik dan biaya pemeliharaan AC (pembersihan dan pengisian freon).

Hal lain yang tidak kalah penting Anda pertimbangkan adalah posisi peletakan AC. Sebagai contoh, jika Anda membutuhkan AC 2 PK, sementara dinding ruangan cukup lapang, gunakanlah 2 buah AC 1 PK atau 4 buah AC 1/2 PK. Dengan jumlah unit yang lebih banyak, distribusi pendinginan ruangan akan lebih merata, disamping jika terjadi masalah pada AC, masih ada unit lain yang bisa berfungsi. Walaupun secara biaya, jumlah unit yang lebih banyak akan membuat biaya yang dikeluarkan untuk pembeliannya dan biaya pemeliharaannya menjadi lebih tinggi.

Posisi peletakan yang juga perlu dipertimbangkan adalah posisi pintu dan jendela. Jangan memasang AC di atas pintu yang sering dibuka tutup atau jendela yang terpapar sinar matahari, karena hal ini akan menyebabkan AC akan dipaksa bekerja lebih keras yang berpengaruh terhadap hasil pendinginan yang dihasilkan menjadi kurang optimal (tidak dingin, dsb) dan usia kompresornya yang lebih pendek.

Terakhir, pilihlah AC dari merek yang memberikan layanan purna jual yang terbaik. Anda bisa menggunakan  patokan jumlah kantor layanan service maupun dealer-dealer pendukungnya. Semakin banyak merek itu memiliki kantor layanan service maupun dealer pendukungnya, kemungkinan merek itu memiliki kemampuan pelayanan yang lebih baik. Namun Anda juga perlu mendapatkan informasi tambahan tentang layanan dari merek tersebut. Informasi-informasi dari internet seperti komentar pelanggan maupun forum-forum diskusi akan membantu Anda memutuskan pilihan terbaik.

BACA JUGA  Makin Produktif dengan Layanan Ride-Hailing Go-Jek

(ES)

 

 

Baca Juga