Ming. Sep 22nd, 2019

Berbagai Pilihan Menu Fusion di Bintaro, Memadukan Berbagai Budaya Pada Lidah

Istilah menu fusion belakangan ini cukup ‘ngetren’. Kita sering menemukan berbagai nama menu masakan yang disajikan berbagai restoran atau gerai kuliner yang cukup asing di telinga kita. Sebagian dari nama menu-menu itu hanya merupakan penamaan saja, demi pertimbangan komersial menu-menu yang sejatinya merupakan menu-menu yang sudah umum kita ketahui, sebagian lagi memang menawarkan hal-hal yang berbeda, baik bahan, bumbu-bumbunya mau pun rasanya. Namun apakah menu-menu ini bisa dikategorikan menu fusion? Belum tentu.

Istilah menu fusion memang masih sering diperdebatkan. Istilah menu fusion sendiri baru mulai diperbincangkan pada era 1970-an. Pada masa itu chef-chef terinspirasi untuk menggabungkan berbagai menu tradisional dari berbagai bangsa untuk dijadikan menu baru yang masih memiliki kemiripan dengan menu asalnya. Wolfgang Puck, seorang selebiriti chef, pemilik berbagai restoran dan penulis asal AS kelahiran Austria merupakan salah satu tokoh yang mempopulerkan konsep menu fusion. Namun apa sesungguhnya arti menu fusion.

Dalam kamus Merriam-Webster, menu fusion adalah “food prepared by using the techniques and ingredients of two or more ethnic or regional cuisines”, makanan yang disiapkan dengan menggunakan cara pengolahan dan resep dari dua atau lebih masakan etnik atau masakan regional. Dengan mengacu pada definisi ini, kalau kita runut lebih jauh menu-menu fusion sudah ada dari masa jauh sebelum era 1970-an. Kita bisa menemukan berbagai masakan yang dikategorikan sebagai masakan fusion dari beberapa abad yang lalu yang telah berakar pada kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Sop Kimlo

Karena sudah begitu menyatunya, beberapa malah dianggap sebagai menu asli Indonesia. Sebut saja Sop Kimlo asal Solo yang merupakan kuliner fusion perpaduan kuliner Solo dan Tiongkok. Atau martabak, yang sebagian sumber menyatakan berasal dari India dan sumber lain menyebutkan Arab sebagai asal mulanya, martabak ini beradaptasi menjadi berbagai varian martabak baik martabak telor mau pun martabak manis yang bahkan di India atau Arab tidak dikenal. Contoh lain, menu peranakan yang merupakan perpaduan antara kuliner Tiongkok dan Melayu. Menu-menu peranakan ini bahkan pada waktu belakangan ini juga mengalami adaptasi dengan kuliner-kuliner lokal.

Jika disebutkan satu persatu, tidak ada habisnya kita bisa menyebutkan menu-menu fusion. Menu fusion ini tentunya berbeda dengan menu kreasi baru atau yang populer dengan menu-menu kekinian. Jika menu fusion merupakan menu akulturasi antar berbagai budaya. Lain dengan menu kekinian yang lebih mengedepankan inovasi dengan menggabungkan berbagai bahan dan bumbu serta cara memasak menjadi masakan-masakan versi baru.

Di Bintaro sendiri, kita bisa menemukan berbagai jenis kuliner, dari masakan tradisional nusantara, masakan mancanegara, masakan fusion dan masakan-masakan kekinian, Beberapa tempat makan di Bintaro yang bisa dijadikan referensi menu-menu fusion adalah sebagai berikut:

BACA JUGA  Persempit Ruang Gerak Penyebar Hoax, Whatsapp Luncurkan Fitur Labelling Pesan Terusan

Warung Es Bajak

Gerai kuliner yang berlokasi di Taman Jajan Bintaro ini menyajikan menu-menu asal Solo. Solo sendiri merupakan kotas asal beberapa masakan fusion, seperti Sop Kimlo dan Selat Solo. Di sini, Sop Kimlo tidak tersedia, namun kita bisa memesan Selat Solo yang merupakan perpaduan antara kuliner Eropa dan Jawa.(Baca juga : Selat Solo Lezat di Taman Jajan Bintaro).

Warung Timlo Solo

Masih di Taman Jajan Bintaro, sesuai dengan namanya gerai ini menyajikan masakan-masakan asal Solo. Di sini kita juga bisa memesan Selat Solo (baca juga : Saya Belum Pernah Makan Masakan Solo, Tapi Saya Langsung Suka Begitu Makan di Warung Timlo Solo).

Warung Makan Anita Wong Jowo

Gerai kuliner yang satu ini terletak di Foodbank, gedung Griya CIMB Niaga, Bintaro Sektor 7. Di sini juga menyediakan menu-menu asal Solo di samping berbagai menu khas Jawa. Masakan fusion yang ada di sini adalah Sop Kimlo. (Baca juga : Segarnya Sop Kimlo di Warung Makan Anita Wong Jowo).

Xiang Mee

Resto yang berlokasi di Lobby Graha Hero, CBD Bintaro Sektor 7 ini menyajikan berbagai menu peranakan, seperti Mee Ayam, Kwetiaw Goreng Seafood atau Siomay. Dengan variasi menu yang mencapai 50 jenis, resto ini bisa menjadi pilihan bagi Anda yang kangen dengan masakan peranakan (Baca juga : Satu Lagi Pilihan Resto Masakan Peranakan di Bintaro : Xiang Mee).

Mama Malaka

Resto ini juga menyajikan menu-menu perankan. Namun agak berbeda dari masakan-masakan peranakan di Indonesia yang sudah mendapat pengaruh dari masakan-masakan tradisional Indonesia, di Resto Mama Malaka ini menu-menu peranakan yang disajikan masih asli menu-menu peranakan Melayu khususnya Malaysia. Resto ini terletak di Bintaro Xchange Mall Lt. UG No. 301 (Baca juga : Perpaduan Kultur Dalam Kuliner: Resto Mama Malaka).

Bakmi Buncit Bintaro

Dari namanya kita bisa langsung menebak, kalau resto yang terletak di Ruko Kebayoran Arcade 2, Jalan Rasuna Said, Bintaro Sektor 7 ini menyajikan menu-menu bernuansa oriental peranakan, dengan menu-menu andalannya bakmie, bihun dan kwetiau. (Baca juga : Bakmi Buncit Bintaro Obat Rindu Saat Imlek).

Chennai Cafe

Gerai kuliner yang terletak di Taman Jajan Bintaro ini menyajikan berbagai menu India, Aceh serta menu-menu lokal Indonesia. Dimiliki oleh seorang keturunan India, Chennai Cafe menawarkan beberapa menu-menu fusion seperti Roti Canai, Teh Tarik, dll. Tidak hanya mengadopsi menu-menu asli India dan Aceh, di Chennai Cafe juga menyesuaikan cita rasa dari menu-menunya dengan cita rasa lokal, sehingga bisa dikategorikan sebagaimasakan-masakan fusion. (Baca juga : Chennai Cafe Menghadirkan Kuliner India Yang Bercitarasa Indonesia).

BACA JUGA  Sate Madura Maknyus di Taman Jajan Bintaro

Kedai Mini Bintaro

Di greai kuliner yang yang terletak di jalan Maleo Raya, Bintaro Sektor 9 ini kita bisa mencicipi menu fusion perpaduan Melayu dan India, apalagi kalau bukan Roti Canai. Kedai Mini Bintaro juga menyajikan berbagai menu asal Minang, disamping menu-menu rumahan. (Baca juga : Kedai Mini Bintaro, Tempatnya Kuliner Padang & Malaysia yang Sulit Ditemukan di Tempat Lain).

Warung Pringga

Walau pun menu-menu fusion di Warung Pringga tidak sepenuhnya menu-menu fusion tradisional, namun bisa dikategorikan sebagai menu masakan campuran antara 2 atau lebih budaya. Di gerai kuliner yang ada di 2 lokasi : Taman Jajan Bintaro dan Bintaro Sektor 1 ini menyajikan menu-menu Jepang dan Eropa yang telah dikreasikan dengan bahan-bahan dan bumbu lokal Indonesia. (Baca juga : Warung Pringga : Masakan Jepang dan Eropa Bercitarasa Nusantara).

Masih banyak lagi gerai kuliner di Bintaro dan sekitarnya yang menyajikan menu-menu fusion. Info Bintaro akan mengulasnya secara terpisah dalam liputan-liputan lainnya. Menu-menu fusion ini selain menambah kekayaan khasanah kuliner Indonesia, juga bisa memuaskan selera masyarakat di Bintaro dan sekitarnya.

 

(BON)

“>

 

Baca Juga

Tinggalkan Balasan