Berapa Umur Cobek dan Ulekan?

Berdasarkan penelitian sejarah, telah ditemukan artefak arkeologi dari Yunani, beraneka bentuk cobek dan ulekan.  Cobek dan ulekan tertua telah digunakan manusia sejak kurun 35,000 tahun SM. Alat ini adalah salah satu alat tertua yang digunakan manusia sejak zaman batu. Beberapa temuan arkeologi menunjukkan benda-benda batu yang digunakan sebagai alat untuk menumbuk. Sebagai contoh, artefak batu yang ditemukan di Yunani dari kurun 3200 sampai 2800 SM, menunjukkan alat untuk mengekstraksi atau menumbuk zat pigmen pewarna yang diambil dari batu-batuan.

Benda lain yang mirip cobek dan ulekan, atau bekerja sesuai prinsip yang sama, adalah lesung atau lumpang dan alu. Akan tetapi lesung dan alu berukuran lebih besar, biasanya memanjang, dan digunakan untuk menumbuk padi.

Cobek dan ulekan dapur

Cobek dan ulekan adalah sepasang alat yang telah digunakan sejak zaman purbakala untuk menumbuk, menggiling, melumat, mengulek, dan mencampur bahan-bahan tertentu (misalnya bumbu dapur, rempah-rempah, jamu, atau obat-obatan). Istilah cobek merujuk kepada sejenis mangkuk sebagai alas untuk kegiatan menumbuk atau mengulek, sementara ulekan merujuk kepada benda tumpul memanjang seperti pentungan yang dapat digenggam tangan untuk menumbuk atau mengulek suatu bahan. Baik cobek ataupun ulekan biasanya dibuat dari bahan yang keras, misalnya kayu keras, batu, keramik, atau logam.

Cobek dan ulekan pun telah lama digunakan sebagai alat dapur dalam proses masak-memasak hingga kini.

Fungsi

Di Indonesia, cobek dan ulekan adalah alat yang penting dalam kegiatan masak-memasak rumah tangga. Sebagai contoh, cobek dan ulekan adalah alat penting untuk mengulek dan melumat bumbu dapur, dan membuat masakan khusus, seperti sambal ulek atau sambal terasi, menghaluskan dan mencampur bumbu gado-gado, dan menyajikan ayam penyet atau iga penyet.

Bentuk dan ukuran

Bentuk dan ukuran cobek dan ulekan beraneka ragam sesuai kebutuhan penggunanya. Cobek kecil (diameter 8-13 cm) biasanya untuk penyajian sambal secara perseorangan di rumah makan. Biasanya digunakan untuk menyajikan sambal terasi.

Sedangkan cobek berukuran sedang (diameter 15-20 cm) digunakan untuk penggunaan rumah tangga. Sementara cobek berukuran besar (diameter 30-40 cm) dan agak datar biasanya digunakan oleh penjual gado-gado atau warung makan yang menyajikan hidangan sambal yang dibuat dalam jumlah besar.

Tingkat kecekungan cobek dapat berbeda-beda, ada yang dalam menyerupai mangkuk atau lumpang, ada pula yang datar. Ulekan pun memiliki bentuk yang berbeda-beda, paling lazim adalah bulat panjang dangan cara menggenggam seperti menggenggam pistol. Akan tetapi ada pula ulekan yang berbentuk bulat sesuai genggaman tangan untuk menumbuk, ada pula yang berbentuk silinder untuk menggiling. Cobek dan ulekan yang unik ini biasanya digunakan untuk membuat jamu.

Bahan

Baik cobek ataupun ulekan biasanya dibuat dari bahan yang keras, misalnya kayu keras, batu, keramik, atau logam (kuningan atau baja antikarat). Di Indonesia biasanya bahan yang lazim digunakan adalah batu alam, batu kali, atau batu andesit (batu vulkanik gunung berapi). Beberapa daerah di Indonesia adalah sentra pengrajin cobek dan ulekan batu, salah satunya adalah daerah Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dekat Candi Borobudur. Cobek dan ulekan keramik juga lazim digunakan apoteker untuk melumat dan mencampur bahan obat-obatan dalam kegiatan farmasi.

Sambal cobek

Di Indonesia yang memiliki keanekaragaman kuliner yang luar biasa kita dapat menemukan berbagai sambal. Di antaranya sambal terasi. Karena diolah menggunakan cobek, sambal ini dinamakan sambal terasi cobek.

Ini merupakan salah satu menu favorit, terutama bagi para penggemar masakan Jawa. Sambal yang harum, pedas dan gurih ini pada umumnya sudah sangat melengkapi kelezatan suatu hidangan dan bisa menggugah selera, walau hanya tersedia kulupan (sayur rebus), ikan bakar, ikan asin, dsb.

Resep sambal terasi cobek:

  • 20 buah cabai merah, buang bijinya.
  • 1 sdm terasi dibakar, digoreng atau sudah matang
  • 1 buah tomat berukuran besar, cuci bersih.
  • 1 buah jeruk limau
  • 1/4 sdt garam
  • 1/2 gula pasir

Cara membuat: Campurkan semua bahan ke dalam cobek kecuali jeruk nipis. Kemudian haluskan hingga rata sambil diperaskan air jeruk nipis. Selesai dan hidangkan.

Saat ini ada beberapa tempat di Bintaro yang menyediakan menu sambal cobek.

Mr. Bebek & Sambal Cobek
Taman Jajan CBD Sektor 7 Bintaro
0812-8540-5439

Cobek Penyet
Lotte Mall, Lantai 1
Jl. MH. Thamrin CBD
Bintaro Sektor 7
021 29310852

D’Cobek
D’ Hoek
Jl. Taman Bintaro (Bintaro Sektor 1), Bintaro, Jakarta Selatan
Buka – Kamis (10:00 – 21:00)
021 7364591

Rumah Cobek Bintaro
Delivery Bintaro: 08777-123-0775 (WA &telp)
rumahcobek.com

Warung Suroboyo Cak Noor
Nasi Cobek & Soto
Dekat Pintu Barat Pasar Modern Bintaro
Delivery: 0812-912-813-15

(EGS)