Belajar Teknologi Berbasis Proses di DIGIKIDZ Bintaro

Di era globalisasi seperti saat ini di mana semua negara berlomba-lomba untuk menjadi yang terdepan, penguasaan teknologi merupakan kunci keunggulan suatu bangsa. Tanpa adanya kemampuan penguasaan teknologi dan melakukan inovasi, suatu bangsa hanya akan menjadi konsumen dari berbagai produk teknologi negara lain. Namun, untuk mampu menguasai teknologi tidaklah mudah, diperlukan pendidikan yang berfokus pada teknologi, sarana dan sistem yang memadai, serta komitmen dari semua pihak untuk bekerjasama membangun kultur inovatif dari anak-anak bangsa.

Untuk memiliki generasi yang  menguasai teknologi  diperlukan proses yang panjang yang dimulai sejak usia dini. Sedari muda, anak-anak perlu diperkenalkan dengan teknologi dan memahaminya dan diharapkan akan timbul inovasi-inovasi. Untuk sampai kepada tahap inovasi, proses menjadi sangat penting. Di Indonesia banyak institusi pendidikan yang berfokus pada teknologi, berbagai sumber pembelajaran tentang teknologi pun bisa ditemukan dengan mudah di mana-mana. Namun kebanyakan hanya memfokuskan pada upaya untuk memahami teknologi, sementara inovasi sendiri sering terabaikan. Tidak heran, pada akhirnya sesorang hanya sampai pada taraf konsumen teknologi yang sebatas mampu menguasai berbagai teknologi dari negara lain.

Beruntunglah pada saat ini masih ada institusi-institusi yang peduli terhadap pentingnya inovasi. Salah satunya adalah DIGIKIDZ. Di lembaga pendidikan ekstra kurikuler bagi anak-anak dan remaja ini, siswa diajarkan proses-proses dalam memahami, menguasai dan melakukan inovasi teknologi dengan ‘tools’ komputer berbasis multimedia. Info Bintaro berkesempatan melihat proses belajar mengajar pada salah satu cabang DIGIKIDZ di Bintaro. Mari kita simak proses belajar di DIGIKIDZ yang mengedepankan proses.

Berlokasi di Komplek Ruko Victorian Blok BB 11, Bintaro Sektor 3A, sebelumnya DIGIKIDZ Bintaro lokasinya berada di Ruko Graha Marcella dekat Bintaro Plaza. Sejak tahun 2013, Digikidz Bintaro pindah ke lokasi yang ditempati sekarang. Jam operasinya, Senin pukul 09.00 – 18.00, Selasa – Jumat pukul 10.00 – 18.00, dan Sabtu pukul 08.00 – 15.00.

Seperti juga dengan DIGIKIDZ di tempat lain, DIGIKIDZ Bintaro memiliki 9 program belajar yang berbasis teknologi dan kreativitas, yaitu Multimedia, Game Development, Animation, Robotkidz, Elmo (Elektronika Modern), Coding, iPad dan Art Factory. Ada sekitar 80 siswa yang terdaftar, dari mulai tingkat Kindy (usia 5 – 6 tahun), Junior (7 – 9 tahun), Teenager (10 – 15 tahun), dan Rockstar (usia 16 – 18 tahun).

Verra Adeyanti, staf  DIGIKIDZ Bintaro menjelaskan, “Proses belajar di  DIGIKIDZ mengacu pada tahapan-tahapan pembelajaran yang telah disusun dalam kurikulum. Keunikan kurikulum di DIGIKIDZ adalah penekanan dari setiap proses, siswa akan diajak untuk memahami satu hal, membuat penyelesaian, mempresentasikan dan mengembangkan ide-ide baru.” Verra memberikan contoh proses belajar pada tingkat Little Engineer (5 – 7 tahun) yang termasuk pada program Robotkidz. Proses belajarnya dibagi menjadi 4 proses, yaitu Connect, Construct, Contemplate, dan Continue. Pada setiap sesinya keempat proses ini akan selalu diulang, namun dengan contoh problem yang berbeda.

Misalnya problem yang dihadapi 3 orang sahabat, Cathy, Bo, dan Daniel dalam menyelamatkan harta karun yang berada di sebuah kapal yang karam di tengah laut. Pada awal sesi, pengajar akan menunjukkan gambar kartun yang menggambarkan situasi yang terjadi. Pengajar akan menceritakan situasi itu dengan cara yang menarik untuk memperjelas gambar yang ditayangkan dan problem yang dihadapi tiga sahabat ini, yaitu menyelamatkan harta karun dari kapa karam. Siswa akan dibimbing untuk mencari solusi dari problem ini. Bagian ini merupakan bagian dari proses Connect.

Selanjutnya masuk pada proses Construct, di sini pengajar akan memberikan kesempatan pada siswa untuk memberikan ide untuk penyelesaian masalah sekaligus membuat konstruksi alat untuk menyelesaikan problem, misalnya pesawat, rakit, jet ski atau kapal selam. Siswa bebas memilih alat yang akan dibuatnya. Begitu siswa telah menentukan alat yang akan dibuat dilanjutkan dengan pembuatan alat menggunakan lego duplo.

Pada proses Contemplate, pengajar akan mengajak siswa berdiskusi mengenai cara kerja alat, imajinasi cerita, melakukan test model alat yang dibuat apakah cukup kuat atau tidak, termasuk siswa diajak untuk memikirkan kemungkinan jika alat yang digunakan ditambah penumpangnya. Pada proses ini peran dari pengajar hanya memancing ide dari siswa, siswa bisa menceritakan bagaimana cara kerja alat itu dengan imajinasinya.

Sesi akan berakhir pada proses Continue. Pada proses ini siswa akan diajak mengembangkan ide-ide baru seperti mengubah dan menambah bentuk alat. Pengajar akan menanyakan siswa pemahaman yang diperolehnya dalam hal tema utama pelajaran, kegiatan problem solving yang ditutup dengan siswa menyelesaikan worksheet.

Penguatan pemahaman siswa akan proses problem solving dilakukan dengan pengulangan keempat proses dengan contoh kasus yang berbeda. Satu sesi belajar berlangsung dalam durasi 45 – 60. Setiap bulannya terdiri dari 4 sesi. Dengan mengulang proses yang sama, siswa akan makin terbiasa untuk berpikir runut dalam menyelesaikan sebuah permasalahan.

Pada level yang lebih tinggi, misalnya Basic (usia 8 tahun, terdiri dari Basic 1 dan 2), siswa kembali akan diajak mengikuti proses-proses problem solving, namun dengan penambahan materi baru. Pada Level Basic ditambahkan proses programming dalam siklus belajarnya. Siswa mulai diperkenalkan dengan programming sederhana yang menggunakan gambar-gambar menarik. Pada level ini alat yang dibuat siswa sudah bisa bergerak sesuai dengan pemrograman sederhana yang dibuat. Jika siswa mengikuti seluruh proses belajar yang ada, siswa bisa mencapai level Robot Master (usia 15 – 18 tahun) di mana logika berpikir logis dan semangat inovasi sudah menyatu pada siswa, sehingga mereka bisa menerapkannya dalam pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.

“Program belajar di DIGIKIDZ Bintaro akan membuat siswa belajar mengembangkan kreativitasnya dengan cara yang menarik. Siswa akan merasakan belajar sebuah teknologi seperti pembuatan robot bukan sesuatu hal yang terlalu rumit. Sistem yang didesain sedemikian rupa dan cara penyampaian pengajar yang menarik akan membuat siswa betah belajar hal-hal yang terlihat rumit,” Verra menutup penjelasannya.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
DIGIKIDZ Bintaro
Komplek Ruko Victorian Blok BB 11 Bintaro Sektor 3A
Bintaro Jaya, Tangerang Selatan
Telp. : 021 – 73883256
Website : http://digikidz.id
Instagram : @digikidz_id
Facebook : digikidz.indonesia

(ES)