Jum. Mei 24th, 2019

Beda Fast Food dan Junk Food

Saat akhir pekan seperti hari ini kita sering mengajak keluarga untuk jalan-jalan ke mal dan makan fast food yang sedang ngetrend. Nah, kali ini kita akan membahas tentang perbedaan antara fast food dan junk food.

Guru Besar Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB), Profesor Ali Khomsan, menjelaskan perbedaan dari dua kelompok makanan ini. Fast food, kata dia, merujuk pada makanan cepat saji yang tinggi kandungan garam dan lemak, namun rendah serat.

Fast food hadir karena adanya revolusi industri di mana orang bekerja dalam waktu lama namun waktu istirahat sangat terbatas. Awal mulanya berupa snack bar tapi kini bentuknya sudah beragam mulai dari ayam goreng, pizza, burger, dan lainnya

Seiring dengan semakin banyaknya pasangan yang bekerja, dan waktu untuk mengolah makanan di rumah menjadi terbatas, industri fast food pun meningkat. Kandungan natrium dalam bentuk MSG yang tinggi dalam makanan cepat saji membuat orang menjadi ketagihan.

Itu sebabnya di negara maju, konsumsi fast food menyumbang kasus obesitas yang sangat tinggi, ditambah minuman pendampingnya yakni minuman bersoda yang mengandung banyak gula. Simak video kasus obesitas di Amerika Serikat: https://www.youtube.com/watch?v=slwgXXVXM3I

Sedangkan junk food atau makanan sampah, merujuk pada makanan tinggi kalori namun zat gizinya rendah atau bahkan tidak ada contohnya keripik. Itu sebabnya masyarakat harus cermat memilih jenis makanan yang akan dikonsumsi.

Segala macam keripik-keripik dan snack masuk ke junk food. Kalau mau snack yang relatif sehat itu kacang-kacangan, karena kalorinya rendah namun tinggi protein.

Dengan mengkonsumsi jenis makanan yang tergolong junk food, justru orang tidak akan merasa kenyang, sehingga hal itu justru akan menyebabkan seseorang makan dengan berlebihan, yang nantinya akan membuat seseorang bermasalah dengan berat badan dan juga kesehatannya.

Seberapa sering makan fast food

Lalu, berapa kali idealnya mengonsumsi fast food yang tergolong aman bagi kesehatan?  Konsumsi fast food yang terlalu sering akan menimbulkan masalah bagi kesehatan. Namun, jika dilakukan dalam frekuensi satu hingga dua kali dalam sebulan, cukup aman bagi kesehatan.

BACA JUGA  Pentingnya Check-up Kesehatan Sebelum Liburan Akhir Tahun

Bahaya yang ditimbulkan

Ada beberapa bahaya yang harus diwaspadai. Pertama, junk food mengandung kalori yang berlebih.  Satu porsi junk food menawarkan sejumlah besar kalori, akan  tetapi nilai gizi di dalamnya hanya sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali.

Resiko penyakit diabetes. Berhubung junk food tidak memiliki kandungan serat, konsumsi secara langsung menghasilkan lonjakan kadar gula. Selanjutnya, konsumsi junk food menyebabkan obesitas, salah satu alasan utama untuk resistensi insulin dan pengembangan diabetes.

Mengingat bahaya dari fast food, simak tips aman mengkonsumsi fried chicken, sosis, nugget, dan bakso.

Fried Chicken

  • Pilih restoran cepat saji yang sudah memiliki standar kebersihan yang baik
  • Pilih bagian dada, karena dada adalah bagian paling rendah lemak pada ayam
  • Sisihkan kulitnya, karena kulit mengandung lemak jenuh dan lemak trans paling banyak
  • Seimbangkan konsumsi ayam dengan  hidangan sampingan berupa sayuran dan buah

Sosis dan nugget

  • Batasi konsumsinya maksimal 1 kali dalam seminggu
  • Sosis yang dibakar lebih baik daripada sosis yang digoreng karena kadar lemak trans nya akan lebih sedikit
  • Utamakan sosis dan nugget yang berbahan dasar ikan dan ayam, baru kemudian sosis dan nugget yang berbahan dasar daging merah
  • Disajikan bersama sayuran dan buah yang berimbang

Bakso

  • Tidak menggunakan MSG (Anda wajib menyampaikan hal ini kepada sang penjua)
  • Tinggalkan bagian gajih
  • Tidak menggunakan campuran saos atau sambal yang ada di tempat penjualan bakso,
  • Meminta tambahan sayuran yang lebih banyak seperti sawi dan toge.

Simak juga cara cermat memilih burger dan pizza di https://www.youtube.com/watch?v=slwgXXVXM3I

(EGS)

 

 

Baca Juga