Batik Fashion Day Hotel Santika Premiere Bintaro, Menampilkan Kekayaan Budaya Tangerang Selatan Melalui Batik

Untuk mempromosikan kekayaan budaya lokal, Hotel Santika Premiere Bintaro menggelar acara yang bertajuk Batik Fashion Day pada Kamis, 13 Oktober 2016 di Restoran Kembang Sepatoe, Ground floor, Santika Premiere Bintaro. Acara ini menampilkan batik etnik khas Tangerang Selatan yang mengambil tema Batik Tangsel: The Everlasting Heritage.

Menurut Bangkit Ciptadi, Director of Sales Hotel Santika Premiere Bintaro, acara ini juga merupakan bentuk dukungan jaringan Hotel Santika terhadap program pemerintah untuk mempromosikan kekayaan budaya setempat di mana Hotel Santika berada sekaligus mendorong pelaku-pelaku UKM sehingga produk-produknya dapat dikenal luas oleh masyarakat.

Batik Fashion Day menampilkan berbagai corak Batik Tangerang Selatan yang diproduksi oleh Sanggar Batik Etnik Sekar Purnama, yang dipimpin oleh Nelty Fariza Kusmilianti. Acara diisi dengan berbagai kegiatan menarik seperti tanya jawab mengenai Batik Tangsel, fashion show batik, makan siang, batik exhibition dan workshop membatik. Tidak hanya batik, acara ini juga menampilkan produk-produk tas dari Parisanty.

Rangkaian acara dimulai pada pukul 13.00 dengan penjelasan tentang batik etnik Tangerang Selatan yang disampaikan oleh Nelty. Nelty yang telah bergelut dengan batik sejak tahun 2005 menjelaskan, batik telah digunakan sejak zaman Kesultanan Banten di kalangan bangsawan Banten. Namun, belum banyak orang yang tahu bahwa Kota Tangerang Selatan yang berada di Propinsi Banten, memiliki batik etnik yang tidak kalah indahnya dengan batik-batik dari berbagai daerah di Indonesia.

batik_fashion_day_santika_premiere_bintaro_nelty_info_bintaro

Batik etnik Tangerang Selatan memiliki ciri khas menggunakan motif flora, fauna serta budaya khas Tangerang Selatan dengan 3 kombinasi warna, dimana warna hijau toska merupakan warna utamanya. Batik-batik inilah yang coba diangkat kembali dengan memberikan penekanan terhadap keindahan Gunung Krakatau yang menjadi ikon Propinsi Banten. Tak lupa, Nelty memberikan kesempatan kepada pengunjung restoran dan tamu-tamu undangan untuk mengajukan pertanyaan mengenai Batik Tangerang Selatan.

Acara dilanjutkan dengan peragaan busana yang menampilkan batik-batik kreasi Sanggar Batik Etnik Sekar Purnama, baik bernuansa tradisional maupun modern (Harajuku). Para peraga berlenggak-lenggok di sela-sela meja pengunjung yang sedang bersantap menampilkan keindahan bermacam-macam motif batik Tangerang Selatan. Batik-batik ini terlihat indah dipadupadankan dengan berbagai jenis busana, seperti busana muslim maupun busana-busana praktis masa kini, termasuk aksesoris seperti tas tangan dan tas selempang dari Parisanty.

batik_fashion_day_santika_premiere_bintaro_info_bintaro_1

Dalam penjelasannya kepada pers usai pelaksanaan fashion show, Nelty menjelaskan harapannya agar Batik Tangerang Selatan dapat terangkat ke tingkat nasional maupun internasional. Untuk mencapai tujuan tersebut, Sanggar Batik Etnik Sekar Purnama bekerjasama dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk memperkenalkan Batik Tangerang Selatan.

Untuk dapat diterima di pasar internasional, ia mengkreasikan berbagai motif-motif yang menggambarkan kekayaan Indonesia seperti batik, jawara, golok, dll yang disesuaikan dengan mode-mode busana yang sedang tren di suatu negara. Itulah sebabnya Nelty mengangkat nuansa Harajuku Jepang sebagai salah satu target marketnya.

Pada saat berlangsungnya rangkaian acara, pengunjung juga dapat melihat proses pembuatan batik secara tradisional dengan cara dilukis, di salah satu sisi ruangan. Batik-batik etnik Tangerang Selatan yang diproduksi oleh Sanggar Batik Etnik Sekar Purnama memiliki 2 proses pembuatan, tradisional dan modern. Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat membeli kain batik maupun pakaian batik yang dipajang

batik_fashion_day_santika_premiere_bintaro_info_bintaro_2

 

(ES)

Leave a Comment