Ming. Des 15th, 2019

Baju Kulit Kayu Bukti Kekayaan Budaya Nusantara

Di event Festival Budaya Nusantara UMN 2017 tanggal 11-15 September lalu terdapat satu stand yang menarik perhatian pengunjung. Ada satu boneka pajang (manequin) di stand NTT yang mengenakan baju dari kulit kayu. Hal ini dapat ditemukan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

Dengan adanya pameran di kampus UMN Serpong tersebut, diharapkan generasi muda tetap menjaga dan melestarikan budaya asli tersebut. Di jaman dahulu ketika baju belum ada, masyarakat Alor masih menggunakan kulit kayu. Namun saat ini pakaian tersebut hanya dikenakan pada saat acara adat.

Pakaian kulit kayu itu diambil dari sebuah pohon, yang oleh warga setempat disebut dengan pohon Ke. Cara pembuatan pakaian kulit kayu terbilang sederhana yakni dengan menebang pohon Ke yang berdiameter besar, kemudian diukur sesuai dengan ukuran dan kebutuhan. Simak video cara pembuatan baju kulit kayu di NTT di video berikut ini:

Baju Kulit Kayu dari Sulawesi Tengah

Di samping NTT, daerah lain yang mengenal baju kulit kayu adalah Sulawesi Tengah
Menurut arsip indonesiakaya.com, kain kulit kayu ini konon sudah dibuat sejak jaman prasejarah. Ini terbukti dari penemuan pemukul kulit kayu atau yang biasa disebut batu ike pada situs arkeologi di Kabupaten Poso dan Donggala. Inilah kain kulit kayu khas dari daerah Sulawesi Tengah ini hingga kini masih terus dibuat.

Pembuatan kain kulit kayu biasanya dilakukan oleh kaum wanita dan proses pembuatannya masih sangat tradisional. Pembuatannya biasa dilakukan setelah menanam padi hingga menunggu waktu panen.
Kain kulit kayu adalah jenis kain yang menyerupai kertas.

Tidak semua jenis pohon bisa digunakan untuk membuat tekstil dari kayu. Kain ini terbuat dari kulit pohon nunu (pohon beringin) dan kulit kayu ivo. Tangkai-tangkai pohon nunu atau pohon ivo yang berukuran 110-130 cm diambil lalu dikeluarkan serat-seratnya yang terdapat antara tulang dalam dan kulit luarnya.

BACA JUGA  Lenovo Memukau Para Gamer dengan The Rise of Legion di Ajang Indonesia Game Xperience (IGX) 2018

Setelah itu, dimasak lalu frementasikan dan kemudian dipukul-pukul hingga merata dengan menggunakan batu ike. Pewarnaan kain kulit kayu diambil dari bahan-bahan alami seperti direndam dilumpur untuk menghasilkan warna coklat. Selain itu, kain ini juga direndam bunga serta berbagai tumbuhan untuk menghasilkan warna lain.
Kain kulit kayu biasanya dibuat untuk beberapa jenis pakaian seperti pakaian tradisional untuk upacara adat maupun pakaian sehari-hari.

Kain kulit kayu juga memiliki aneka jenis motif seperti, tanduk, tumpal, bunga dan belah ketupat. Aneka jenis motif ini mengandung makna keberanian, kebangsawanan, keramahtamahan dan persatuan. Kain kulit kayu ini pernah dipamerkan di Pameran Tekstil Indonesia yang digelar di Museum Tekstil Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Info lebih lanjut:
Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur
Kalabahi Kota, Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur
Telpon : (0386) 21160
http://www.dinaspariwisataalor.com

 

(EGS)

 

Baca Juga