Ming. Des 8th, 2019

Bagaimana Menghindari Terbakarnya Genset di Ruang Genset

Belakangan ini kita sering mendengar peristiwa kebakaran yang disebabkan terbakarnya genset di ruang genset. Beberapa hari yang lalu peristiwa terbakarnya Apartemen Cinere Bellevue di Depok, Jawa Barat sangat menghebohkan masyarakat. Peristiwa ini menghiasi berbagai pemberitaan media-media baik TV, radio, cetak maupun online. Mengerahkan belasan unit mobil pemadam kebakaran, pemadaman kebakaran ini membutuhkan waktu lebih dari 24 jam dengan kerugian yang cukup besar nilainya. Belum pupus dari ingatan kita akan peristiwa ini, sore ini (7/10) warga Bintaro dikejutkan dengan peristiwa kebakaran yang cukup menghebohkan di wilayah Bintaro dengan terbakarnya kolam renang di Bintaro Sektor 1.

Kompas merilis berita terjadinya peristiwa ini, berikut penggalan beritanya: …JAKARTA, KOMPAS — Sedikitnya 100 pengunjung kolam renang Pusat Olahraga Bintaro Jaya di Sektor 1, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Sabtu (7/10), dievakuasi mendadak. Pasalnya, ruang mesin generator listrik yang berada persis di tepi kolam dangkal pojok sisi timur terbakar.

Bangunan Komplek Kolam Renang Bintaro Sektor 1 Setelah Api Dipadamkan (Sumber : Kompas)

Lagi-lagi penyebab kebakaran yang menghanguskan hampir seluruh bangunan di komplek olah raga tertua di Bintaro ini adalah terbakarnya genset di ruang genset, sama seperti penyebab kebakaran di Apartemen Cinere Bellevue di Depok. Kalau kita runut beberapa bulan terakhir, tercatat beberapa peristiwa kebakaran bangunan lainnya yang disebabkan terbakarnya genset di ruang genset.

Menarik untuk disimak, bagaimana sesungguhnya desain ruang genset yang ada di berbagai gedung serta prosedur pengoperasian genset yang dilakukan. Walaupun penyebab terjadinya kebakaran pada ruang genset bisa terjadi akibat berbagai faktor, namun kita perlu mengingat timbulnya kebakaran disebabkan 2 hal, adanya bahan  yang mudah terbakar dan adanya pemicu seperti temperatur tinggi.

Genset, baik yang dioperasikan sebagai sumber energi listrik utama (prime power) maupun sebagai backup listrik (standby) dalam beroperasinya akan menghasilkan panas yang tinggi berikut asap hasil pembakaran, disamping suara yang keras. Panas yang tinggi akibat proses pembakaran, termasuk asap yang dikeluarkan engine harus dibuang ke luar. Sebuah ruang genset yang baik harus memperhatikan aliran udara masuk dan keluar dengan menggunakan ventilasi udara yang cukup sehingga udara panas pada ruang genset akan segera digantikan udara segar dengan suhu yang lebih rendah.

Baca juga:
Hal-Hal ini Harus Diperhatikan Saat Mendesain Ruangan Genset

Ada 2 sumber udara panas yang dihasilkan oleh sebuah genset: udara panas yang dihasilkan oleh radiator dan udara panas di sekitar engine. Untuk mengalirkan udara panas dari radiator harus menggunakan saluran udara (ducting) yang terhubung dengan udara luar. Desain ducting yang baik memiliki ukuran 1,25 kali lebih besar dari bagian depan radiator core yang dilengkapi dengan blower untuk menghisap udara panas. Namun udara panas yang di sekeliling genset yang diakibatkan panas dari engine juga harus mendapat perhatian. Itu sebabnya ruang genset harus dilengkapi dengan ventilasi-ventilasi yang cukup.

BACA JUGA  Kementerian BUMN: Mulai Hari Ini Jembatan Kali Kuto Siap Layani Arus Balik
Desain Ruang Genset yang Baik

Ada pendapat yang menyatakan jika udara panas dari radiator bisa dialirkan dengan baik, hal ini cukup untuk menjaga temperatur dari ruang genset. Walaupun hal ini ada benarnya, namun kita harus ingat beroperasinya genset dalam waktu yang cukup lama akan membuat akumulasi udara panas di ruang genset yang tidak cukup hanya mengandalkan putaran fan dari radiator plus dengan daya hisap dari blower. Bila ruang genset berada di bawah tanah, ventilasi udara harus dilengkapi dengan blower untuk menghisap udara panas.

Faktor lain yang tidak kalah penting diperhatikan adalah gas hasil pembakaran (exhaust). Engine yang beroperasi akan menghasilkan gas pembakaran yang selain berbahaya bagi kesehatan juga berperan menaikkan suhu udara di ruang genset. Untuk itu sistem ducting untuk menyalurkan gas hasil pembakaran perlu dipersiapkan dengan baik. Pipa-pipa exhaust harus memiliki jarak yang cukup jauh dari genset sehingga memungkinkan terjadinya sirkulasi udara.

Namun,sebaik apapun desain ruang genset tidak akan berarti jika tidak dibarengi dengan disiplin tinggi dalam pengoperasian genset maupun pemeliharaannya. Berbagai bahan mudah terbakar seperti solar, oli, gemuk, dll harus diharamkan berada di ruang genset. Demikian juga operator genset dilarang keras untuk merokok atau menyalakan api di ruang genset.

Hal lain yang juga sangat penting adalah tersedianya peralatan pemadam kebakaran. Ruang genset yang baik idealnya dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran yang bisa beroperasi spontan begitu timbul nyala api atau kenaikan temperatur di atas normal. Walaupun tersedianya Alat Pemadam Api Ringan (APAR) merupakan standar umum, namun sebaiknya ruang genset dilengkapi dengan fire supression system.

Baca juga:
Mengenal Fire Suppression System, Pelindung Alat Berat dari Kebakaran Fatal

BACA JUGA  Sukses dengan Lima Tipe Xtream, Evercoss Targetkan Masuk Top 5 Market Share

Semoga dengan artikel ini bisa menggugah kita semua betapa dekatnya peristiwa kebakaran dalam kehidupan kita sehari-hari dan peristiwa-peristiwa seperti ini bisa diminimalisir.

 

(ES)

 

Baca Juga