Apakah Kamu Posesif Terhadap Pacar? Bisa Jadi Karena Ini

Apakah kamu termasuk orang yang selalu mengontrol pacar setiap saat? Ataukah kamu penasaran mengapa ada orang yang posesif, namun ada orang lain yang tidak posesif? Ternyata hal ini bisa jadi ada kaitannya dengan bagaimana kelekatan (attachment) kita dengan orang lain, terutama orang tua, di masa kecil. Koq bisa? Berikut penjelasannya.

Kelekatan (attachment) adalah perasaan kedekatan dengan orang lain, yaitu dengan pengasuh, terutama orang tua. Kelekatan ini pertama kali diperoleh pada masa awal pertumbuhan manusia atau saat kita masih bayi. Biasanya kelekatan kita berasal dari cara orangtua memberi kasih sayang dan perhatian pada saat kita kecil. Kelekatan terhadap orang tua ataupun dengan orang lain yang dianggap penting dalam hidup seseorang akan mempengaruhi bagaimana ia akan menjalin sebuah hubungan romantis di masa dewasa. Gaya kelekatan terbagi menjadi 3 tipe, yaitu Secure, Avoidant, dan Anxious.

 Baca Juga: Remaja dan Orang Tua: Mari Berkomunikasi

Tipe pertama dari gaya kelekatan adalah Secure. Mereka menggunakan orangtuanya sebagai tempat yang aman untuk mengeksplorasi lingkungan dan mencari orangtuanya ketika mereka tertekan. Pada saat dewasa, mereka akan merasa puas dengan hidupnya, dan mereka akan memiliki hubungan yang jujur, terbuka, serta tidak mengekang pasangan.

Ia akan memberikan dukungan kepada pasangan ketika sedang ada masalah, dan sebaliknya, ia akan mencari dukungan pasangan apabila ia sedang memiliki masalah. Ia juga tidak akan merasa cemas ketika harus jauh dengan pasangannya.Gaya kelekatan ini berhubungan positif dengan indikasi hubungan yang baik, yaitu kepuasan, keintiman, stabilitas, dan komitmen.

Gaya kelekatan kedua dialami oleh anak yang tumbuh di keluarga yang tidak memberikan kasih sayang dan perhatian yang besar, dikenal sebagai gaya Avoidant.Anak dengan gaya ini dibesarkan oleh keluarga yang menjaga jarak secara fisik dan emosional, sertakadang kala berperilaku kasar kepada dirinya. Dalam hubungan romantis, ia akan merasa tidak nyaman apabila personal space-nya diganggu oleh pasangannya, sehingga keintiman dengan pasangannya pun juga berkurang. Hal ini dikarenakan ia lebih nyaman sendiri dan menutup diri. Ia cenderung merasa tidak ada seorang pun yang dapat dipercayai, termasuk pasangannya.

BACA JUGA  Cara Mudah dan Ramah Bermedia Sosial

Terakhir, gaya Anxious(disebut juga ambivalent) dimiliki individu dimana masa kecilnya dibesarkan oleh keluarga dengan perlakuan yang tidak konsisten, terkadang orangtuanya memberi kasih sayang, namun terkadang juga tidak peduli dengan dirinya. Ia juga mudah merasa tidak aman dalam hubungandan tidak percaya diri karena takut tidak dicintai orang lain apabila ia melakukan hal di luar zona nyamannya.Gaya ambivalent ini sangat berhubungan dengan gaya hubungan romantis yang obsesif (obsessive love style), yaitu individu memiliki ketergantungan emosional dengan pasangan. Sifat posesif terhadap pasangan menjadi karakteristik dari gaya obsesif ini.

Meskipun pengalaman di awal kehidupan (masa kanak-kanak) setiap orang, terutama gaya kelekatan, memiliki pengaruh penting terhadap perkembangan kepribadian dan tingkah laku di masa dewasa, bukan berarti menjadi satu-satunya penentu bagaimana kita berperilaku dalam sebuah hubungan romantis. Pengertian serta keterbukaan antara kamu dan pasangan kamu mengenai apa yang diinginkan satu lain akan mengembangkan hubungan yang lebih baik. Mudah-mudahan tulisan ini dapat menambah informasi bagi kamu dan pacar kamu untuk bisa mencapai hubungan yang baik.

Tim Penulis:
Divalya Aqmari (Mahasiswa) dan Aries Yulianto (Dosen)
Program Studi Psikologi Universitas Pembangunan Jaya

DAFTAR PUSTAKA

  1. Firestone, L. (2013, 30 Juli). How your attachment style impacts your relationship: What is your attachment style? Psychology Today. Diambil dari: https://www.psychologytoday.com/us/blog/compassion-matters/201307/how-your-attachment-style-impacts-your-relationship
  2. Grieve, R. (2017, Februari 14) There are six styles of love. Which one best describes you? The Conversation. Diambil dari https://theconversation.com/there-are-six-styles-of-love-which-one-best-describes-you-72664
  3. Honari, H. & Saremi, A. A. (2015). The Study of relationship between attachment styles and obsessive love sProcedia – Social and Behavioral Sciences, 165, 152–159. doi: 10.1016/j.sbspro.2014.12.617.https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1877042814067561
  4. Kalat, J.W. (2013). Introduction to psychology (10th ed.). Belmont: Wadsworth Cengage
  5. McLeod, S. (2018). Mary ainsworth.Simply Psychology. Diambil dari https://www.simplypsychology.org/mary-ainsworth.html.
  6. (2018). Which relationship type are you?. [Video File]. Diakses pada 20 Maret 2019, dari https://www.youtube.com/watch?v=AZqeOERK0Uw
  7. Monteoliva, A. & García-Martínez, J. M. A. (2005). Adult attachment style and its effect on the quality of romantic relationship. The Journal of Social Psychology, 145(6), 745-747.
WhatsApp chat