Ajang Pelestarian Budaya Betawi Melalui Festival Bintaro 3

Perkembangan kehidupan modern dan percampuran antar budaya seringkali menggerus budaya-budaya asli setempat yang sesungguhnya menjadi identitas daerah itu. Untuk itu berbagai kebudayaan lokal perlu selalu dijaga melalui berbagai kegiatan untuk menampilkan ‘wajah’ budaya lokal itu sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat yang belum mengenalnya.

Dalam menyambut HUT DKI ke-490 sekaligus mengenalkan dan melestarikan kebudayaan Betawi, Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) menyelenggarakan Festival Bintaro 3 – Gelar Budaya Betawi pada tanggal 13-14 Mei 2017. Event ini menampilkan berbagai kesenian Betawi seperti tarian, lenong , ondel-ondel dan pencak silat dari berbagai sanggar dari wilayah Bintaro, Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan. Beberapa di antaranya seperti Sanggar Manggar Kelape (tari dan seni Betawi), RPTRA Anggrek (tari ondel-ondel, tari petik apel dan jinjing Jawa), Sanggar Pondok Buaya Bintaro (seni tari dan kreasi pemuda Bintaro), Sanggar Silat Slempang Betawi (palang pintu dan beksi) dan Sanggar Sibelo (silat beksi).

Sama seperti event-event Festival Bintaro sebelumnya, Festival Bintaro 3 berlangsung di sepanjang jalan Bintaro Taman Barat, Bintaro Sektor 1 yang ditutup bagi akses kendaraan selama berlangsungnya acara.

Berlangsung dari pukul 08.00-23.00, tidak hanya menampilkan kesenian tradisional Betawi, Festival Bintaro 3 juga diisi berbagai perlombaan, live show, wahana permainan anak serta bazaar. Beberapa selebritis Betawi, Harry de Fretes, Deden Bagaskara dan Rony Dozer ikut memeriahkan event ini dan tidak ketinggalan live show oleh Restama Music, Biang Kerok, Restama dan Tarrikk!!! Band.

Ada lebih dari serta ratusan stand yang menghadirkan bazaar kuliner dan multi produk yang menghadirkan berbagai usaha UKM dari berbagai wilayah, tidak hanya dari Bintaro bahkan dari berbagai wilayah di Jakarta dan Depok. Pengunjung bisa mencicipi berbagai makanan dan minuman tradisional khas Betawi seperti kerak telor, dodol, kue rangi dan bir pletok, disamping berbagai pilihan makanan seperti baso, sosis dan kue-kue.

Salah satu kuliner yang menjadi perhatian pengunjung adalah kerak telor. Dari sekitar 6 pedagang pikulan yang menyediakan kerak telor hampir tidak ada yang sepi dari pengunjung. Sambil menunggu kerak telornya tersaji, pengunjung bisa menikmati pertunjukan yang sedang berlangsung di panggung. Dodol Betawi juga menjadi salah satu perhatian pengunjung karena sudah langka ditemukan. Di Festival Bintaro 3, pengunjung bisa membeli dodol yang tersedia dalam 2 varian, ketan hitam dan gula merah, yang masih hangat di atas wajan besar, selain dalam bentuk bungkusan.

Festival Bintaro 3 menjadi salah satu kegiatan untuk melestarikan budaya Betawi yang kian tergerus oleh kemajuan zaman. Satu keunikan tersendiri, saat menikmati kerak telor sambil mendengarkan suara Benyamin S….Nyok kita nonton ondel-ondel Nyok!! Nyok kita ngarak ondel-ondel nyok!

 

(EGA)

Leave a Comment