50 IKM Latihan Pemasaran Digital Melalui “E-Smart IKM”

Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (DItjen IKM) Kementerian Perindustrian melakukan pelatihan kepada 50 Industri Kecil dan Menengah (IKM) makanan dan minuman di Kota Tangerang Banten terkait pemasaran secara digital melalui E-Smart IKM.

Direktur IKM Pangan, Bahan dari Kayu dan Furnitur Kementerian Perindustrian yakni Sudarto di Tangerang Kamis mengatakan, ditengah trend ekonomi digital yang berkembang pesat, IKM  dituntut untuk tidak ketinggalan bermain dalam era perdagangan online. Oleh karena itu, pihaknya selama dua hari yakni tanggal 26 – 27 Juli 2018 yang lalu, menggelar Workshop e-Smart IKM dengan harapan yakni untuk memperluas akses pasar IKM melalui teknologi digital.

Workshop tersebut bekerjasama dengan marketplace besar di Indonesia yaitu Bukalapak dan Shopee. “Sudah saatnya e-commerce Indonesia dipenuhi oleh produk lokal dalam negeri dengan kualitas yang bersaing,” katanya. Ditambahkannya, selama mengikuti kegiatan workshop tersebut, pelaku IKM belajar berbisnis melalui sarana e-commerce dan juga mendapatkan sosialisasi program-program Kementerian Perindustrian seperti restrukturisasi mesin peralatan dan Merk.

Selain itu untuk pemantapan, diberikan materi strategi pemasaran online dari IdEA dan juga pengembangan produk untuk pasar online, bahkan diperkenalkan juga aplikasi pencatatan keuangan dari Bank Indonesia. “Menjadi IKM di zaman now harus update dengan teknologi, untuk itu Kementerian Perindustrian berupaya melakukan edukasi pentingnya teknologi digital, manajemen keuangan yang baik, serta produk yang memenuhi standard,” ujarnya. Apalagi saat ini Indonesia sedang menyiapkan implementasi Industri 4.0 yang menerapkan teknologi informasi dan komunikasi sepenuhnya dalam proses produksi untuk mencapai efisiensi yang maksimal.

Sementara itu, workshop e-Smart IKM telah diikuti oleh 1730 peserta sejak diluncurkan pada 27 Januari 2017 yang lalu dan membukukan nilai transaksi online lebih dari Rp320 juta.    “Tahun ini target kami 4.000 IKM di seluruh Indonesia ikut e-Smart IKM sehingga setidaknya ada dua belas ribu produk IKM masuk dalam marketplace,” katanya.

Dijelaskannya, e-Smart IKM akan menjadi sistem database yang tersaji dalam profil industri, sentra dan produk yang nantinya akan menjadi salah satu bahan analisa pembuatan kebijakan dalam pembinaan IKM. “Harapannya dengan program ini IKM mampu membuka akses pasar dan mengelola dengan baik pemasaran onlinenya sehingga sustain,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang, Agus Sugiono menyambut baik kegiatan yang digelar oleh kementrian karena akan sangat membantu pelaku IKM. Apalagi perkembangan saat ini khususnya teknologi informasi, harus juga diikuti oleh pelaku IKM dalam memasarkan produknya. Dengan adanya pengalaman dari narasumber seperti Bukalapak dan Shopee maka akan membantu IKM dalam memasarkan produknya.

(Sumber : banten.antaranews.com)