4 Hal Ini Harus Menjadi Perhatian Bagi Orang Tua yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus

Anak adalah anugerah dari Sang Pencipta kepada setiap orang tua. Setiap orang tua memiliki harapan besar buah hatinya tumbuh sehat dan menjadi pribadi yang unggul nantinya. Namun bagaimana jika orang tua menghadapi kenyataan anaknya termasuk pada kategori Anak Berkebutuhan Khusus? Sedih sudah pasti, namun yang terpenting adalah penanganan yang harus diperhatikan sehingga anak-anak bisa tumbuh dan berkembang sebagaimana selayaknya sebagai manusia yang memiliki hak hidup yang sama seperti kita.

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) adalah anak-anak yang memiliki atribut fisik dan/atau kemampuan belajar yang berbeda dari anak normal sehingga membutuhkan program individual dalam pendidikan khusus. Yang termasuk kedalam ABK antara lain: autis, tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, gangguan perilaku, anak berbakat dan anak dengan gangguan kesehatan. Namun sekalipun membutuhkan perlakuan khusus, menganggap ABK berbeda dari anak normal adalah suatu kesalahan karena baik anak yang normal maupun ABK memiliki kebutuhan-kebutuhan yang sama.

Anak yang mengalami autis adalah salah satu anak berkategori ABK yang cukup umum kita dengar. Namun sayangnya banyak orangtua yang terlambat menyadari anaknya mengalami autis dan memberikan perlakukan yang tidak tepat terhadap anaknya setelah dipastikan mengalami autis.

Berikut adalah hal-hal yang harus menjadi perhatian orang tua di saat menemukan anaknya termasuk kategori ABK. Simak 4 hal berikut yang harus diperhatikan setiap orang tua:

Menyadari Sedini Mungkin

Seringkali orang tua tidak menyadari anaknya berkategori ABK. Kita sering mendengar kisah para orang tua yang baru menyadari ada suatu hal yang ‘berbeda’ dari anaknya setelah sekian tahun berjalan. Keterlambatan bicara, berjalan, atau adanya pertumbuhan satu bagian tubuh misalnya kepala, yang abnormal, bisa menjadi indikasi autisme, walaupun tentunya hal ini harus dipastikan oleh orang yang memiliki kompetensi, misalnya dokter.

Indah Prabowo dan Dewi Semarabhawa, 2 orang ibu anak-anak ABK sekaligus pendiri Rumah I’m Star (baca juga : Rumah I’m Star, Dimana Anak-Anak Berkebutuhan Khusus Merajut Asa) menjelaskan, setiap orang tua harus menyadari apakah anaknya termasuk kategori ABK sedini mungkin.

Indah berbagi pengalamannya, “Usia emas (golden age) seorang anak sampai dengan usia 10 tahun. Jika seorang anak sudah dipastikan sebagai ABK, maka penangannya harus dilakukan sedini mungkin.” “Keterlambatan melakukan terapi, misalnya setelah anak berusia 10 tahun baru dilakukan terapi akan mengakibatkan semakin sulit untuk membentuk sang anak, bahkan dengan semakin besarnya anak, terapi sudah tidak bisa dilakukan karena karakter sang anak semakin terbentuk,” jelas wanita yang tinggal di Riverpark Bintaro ini.

Memberikan Terapi yang Tepat

Menyadari anak termasuk berkebutuhan khusus sedini mungkin adalah satu langkah positif. Namun hal ini belum cukup, orang tua perlu memberikan terapi-terapi yang tepat.

Menurut Iin dari Wila Kertia, sebuah pusat pelayanan autisme dan gangguan perkembangan anak, di Maleo, Bintaro Sektor 9, ada 3 terapi yang harus dilakukan bagi setiap anak autis, yaitu terapi perilaku, terapi wicara dan terapi sensorik. Banyak tempat-tempat terapi yang sejatinya cuma membuat anak memiliki tempat bermain. Pada satu saat orang tua baru menyadari anaknya tidak mengalami banyak kemajuan setelah mengikuti terapi, namun sudah terlambat untuk membentuk anak tersebut.

Mengenali Potensi dan Bakat Anak Berkebutuhan Khusus

Semua anak, sekalipun ABK, dianugerahi Sang Pencipta dengan bakat-bakat khusus. Menganggap ABK tidak memiliki kemampuan atau bakat merupakan kesalahan yang sering dilakukan banyak orang. Anak-anak ABK ternyata seringkali memiliki talenta yang lebih baik dari anak-anak normal.

Hary Wisnu Yuniarta, B.Mu, Ed.M.A., kepala sekolah World Heritage Music Academy (WHMA), pemusik dan pemegang berbagai record dalam memainkan saxophone menjelaskan, Abby (putera dari Dewi Semarabhawa) dan Arya (putera dari Indah Prabowo) merupakan 2 murid ABK dari WHMA yang memiliki talenta bermusik yang luar biasa. Abby dan Arya mampu memainkan saxophone, serta berbagai alat musik lainnya, bahkan bernyanyi dengan kemampuan yang lebih baik dari kebanyakan orang.

Info Bintaro menyaksikan sendiri bagaimana Abby dan Arya mampu menebak berbagai chord dan nada-nada yang diberikan oleh Hary secara tepat, 100% tanpa kesalahan ! Abby dan Arya yang juga merupakan personil dari grup musik I’m Star yang anggotanya semua anak-anak ABK, dalam waktu dekat ini akan mencoba berduet bermain saxophone untuk memecahkan record dunia bagi ABK dalam bermain saxophone selama 4 jam non stop.

Dukungan dari Orang Tua dan Orang-Orang Terdekatnya

Berbagai upaya yang dilakukan menjadi tidak berarti tanpa adanya dukungan dari orang-orang terdekatnya. Tidak hanya orang tua, saudara-saudara kandung, famili dan lingkungannya harus bersama-sama menerima dan mendukung para anak ABK untuk tumbuh dan berkembang secara normal. Seringkali penolakan datang dari orang-orang terdekat yang semestinya mendukung mereka dari mulai sikap tidak peduli, penghinaan, sampai dengan kekerasan fisik. Keinginan anak-anak ini sama seperti keinginan semua orang untuk dikasihi dan dihargai, seperti Sang Pencipta telah menciptakan mereka dengan kasih.

 

(ES)

Leave a Comment