10 Inovasi Teknologi di Balik Kesuksesan Alibaba pada 11.11 Global Shopping Festival 2018

Teknologi memainkan peran yang sangat penting dalam kesuksesan 11.11 Global Shopping Festival. Alibaba menciptakan berbagai inovasi teknologi yang dapat menghadirkan pengalaman baru bagi konsumen dan pedagang, mulai dari transaksi jual beli yang mudah, pengantaran barang yang cepat, sampai strategi pemasaran yang efektif bagi para pedagang. Berbagai inovasi teknologi yang diterapkan di balik layar 11.11 Global Shopping Festival 2018, antara lain:

Logistik Pintar:

Cainiao Smart Logistics Network: Bisnis Alibaba di bidang logistik ini melakukan berbagai inovasi teknologi di seluruh jaringannya. Salah satu inovasinya adalah membuka gudang robotik terbesar di Tiongkok dengan 700 robot yang dapat meningkatkan efisiensi proses bongkar muat 50% lebih tinggi dan sistem monitor logistik berbasis komputasi awan, yaitu “Skye Eye Program” yang dapat meningkatkan efisiensi pengantaran sampai dengan 15% pada saat uji coba. Cainiao juga bekerja sama dengan bea cukai Tiongkok untuk melakukan pembaruan sistem sehingga proses bea cukai bagi beberapa produk dapat diselesaikan dalam hitungan detik.

Dengan mengimplementasikan berbagai teknologi Cainiao tersebut, Alibaba berhasil mengirimkan 100 juta paket pertama dari total 1,014 miliar paket yang dipesan selama 11.11 dalam waktu 2,6 hari saja. Diperlukan waktu lima jam lebih lama untuk mengirimkan jumlah paket yang sama pada tahun 2017 dan total sembilan hari pada tahun 2013. Lima juta paket impor melewati proses bea cukai dalam waktu kurang dari lima jam, proses yang sangat cepat jika dibandingkan dengan tahun 2017 (delapan jam) dan tahun 2016 (57 jam) untuk jumlah paket impor yang sama.

Kecerdasan buatan untuk pelanggan:

Robot pintar untuk pelayanan konsumen (customer service), menangani 98% permintaan informasi dari konsumen dalam sembilan bahasa, antara lain Bahasa Mandarin, Indonesia, Inggris, Rusia, Spanyol, Portugis, Thai, Vietnam, dan Melayu. Lebih dari 800.000 pedagang di Tmall menggunakan robot pintar untuk pelayanan konsumen selama Festival berlangsung.

Alat penerjemah dengan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) milik Alibaba mendukung proses penerjemahan dari 21 bahasa untuk memfasilitasi dialog antara pembeli dan penjual selama Festival berlangsung. Lazada menggunakan teknologi ini untuk pertama kalinya untuk menyediakan layanan penerjemahan langsung dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia, Thai, Vietnam, dan sebaliknya di dalam chat room.

Tombol Pintar (Smart Touch) untuk konsumen tuna netra memungkinkan interaksi dengan menggunakan audio, sentuhan tangan, serta telinga yang membantu dalam mempelajari berbagai produk dan melakukan navigasi antarmuka.

Teknologi blockchain Alipay memfasilitasi penelusuran 150 juta produk yang diimpor dari 100 negara di platform Tmall, termasuk berlian, susu formula bayi, produk kesehatan dan kecantikan, minuman mengandung alkohol, beras, dan madu.

Kecerdasan buatan untuk penjual:

Alibaba Wood, alat penyuntingan video dengan teknologi AI membantu pedagang menciptakan lebih dari satu juta video pendek berdurasi 20 detik yang dapat digunakan untuk keperluan promosi. Video tersebut dapat diproduksi hanya dalam waktu satu menit.

AI stocking untuk maksimalkan penjualan: Berbagai robot dengan kecerdasan buatan membantu proses seleksi dan rekomendasi produk berdasarkan fitur target penjualan dan variasi pasar, memprediksi volume penjualan, strategi harga, manufaktur consumer to business, dan pengelolaan rantai pasok.

Asisten Belanja Alime: Lebih dari 800,000 pedagang dari berbagai kategori di Tmall menjalankan Asisten Belanja Alime, sebuah robot dengan teknologi kecerdasan buatan yang mampu menjawab pertanyaan konsumen selama 24/7. Robot ini juga dapat memberikan rekomendasi produk berdasarkan permintaan konsumen dan kegemaran konsumen, serta memberikan laporan mengenai pengiriman barang dan pemberitahuan kapan barang konsumen akan tiba.

Infrastruktur Data:

Lebih dari 200 pusat data internet global mendukung infrastruktur TI selama Festival berlangsung, termasuk pusat data Alibaba Cloud terbaru di Zhangbei yang menggunakan teknologi ramah lingkungan, seperti pendinginan dengan angin, liquid immersion cooling, dan co-location. Teknologi tersebut menghemat konsumsi energi sebesar 70% dibandingkan pusat data tradisional.

Komputasi elastis Alibaba Cloud memiliki kemampuan yang dapat menampung lebih dari 10 juta CPU selama Festival berlangsung. Kapasitas ini sama besarnya dengan kapasitas 10 pusat Big Data, sebuah rekor baru untuk pulse computing.

(EGA)